ikan kering melahirkan (jilid dua)

August 14, 2015 at 11:12 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Biar kaya mamah muda blogger kekinian boleh lah yaaa nulis-nulis dikit tentang cerita kelahiran (dalam dua tahun ini gw menulis dua cerita tentang kelahiran, cukup produktif juga-entah nulisnya-entah bikin anaknya huehehe). Moga-moga pelan-pelan blogger ini isinya penuh review stroller dan resep MPASI. *endorse aku, Stokke endorse akuh…. #murah

images

Jadi beginih, waktu ituuu barang-barang keperluan bayi baru lahir udah dipulangin dulan ke kampung, pan rencana lahirannya di sana. Maklum gw agak cupu, pengennya deket-deket keluarga besar kalau lahiran. Gw pun pamit sama bos minta izin cuti, “Bos aku udah delapan bulan setengah nih hamilnya, sekitar sebulan lagi lahiran. Besok mulai cuti ya bu bos, bye bye mmuah jangan rindukan aku….”

Hari pertama cuti, gw melahirkan.

images

Pagi itu gw dibangunkan oleh ketuban yang keluar sampai membasahi sepre. Langsung lemesss, tapi tetap mencoba berpikir jernih kaya minyak goreng kemasan…cuss secepatnya ke RSIA tempat biasa kontrol setelah : packing baju sekadarnya, masukin lipen ke ransel, dan minta jok mobil dialasin keresek. Di mobil gw baringan aja karena takut ketuban makin banyak keluar karena gravitasi (mendadak ahli fisika).

Sampai RS gw langsung dibawa ke ruang persiapan persalinan, dipastikan itu emang ketuban-bukan pipis, diCTG, dicek bukaan, lalu disuruh nunggu dokter yang lagi operasi. Pas udah mulei mules level akut dan rasa-rasanya pengen nungging guling guling gw bilang sama bidan jaga kalau gw udah sakit banget. Bidannya ga percaya. Mungkin gw tampang tukang tipu (padahal emang).

Setelah pada akhirnya bidannya percaya dan ternyata bukaan gw udah lengkap baru deh semua panik. Cuss jalan ke ruangan bersalin sambil nahan-nahan takut lahiran di tengah jalan. Pas sampai ruang bersalin rambut si bayi ternyata udah kelihatan dan gw disuruh mengejan (sama bidan) lalu lahirlah si pria kecil (yang saat itu beneran kecil sekali lho) yang menangis kencang. Alhamdulillah.

Dokter pun datang (duh dok, telat doook) dan membantu kelahiran si plasenta. Abis itu cuss lagi deh dokternya. errr errrrr….

Terlepas dari cerita kelahiran yang mendebarkan  karena diawali ketuban pecah dini di usia bayi prematur, penanganan kelahiran yang gak smooth, jalan cepat dalam keadaan bukaan lengkap (ini kalau dipikir-pikir lagi high risk banget huhuhu), Alhamdulillah si pria kecil sehat (sempat jaundice tapi itu juga telah berlalu).

Alhamdulillah. Alhamdulillah.

and welcome to the challenging motherhood (jilid 2) huehehehe

index

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: