MALL

January 20, 2013 at 2:25 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Sebagai wanita muda urban post modern yang fabulous, marvelous, dan up to date gw tentu saja suka pergi ke mall. Mall dipenuhi barang-barang fashion kekinian, tempat makan gaul, dan yang pasti pria-pria ganteng.. terutama itu tuuuh hot papah hot papah yang jalan-jalan sambil dorong stroller eaaaa (lalu dikeplak suami). Selain itu, di mall banyak artis jalan-jalan jadi kesempatan ketemu artis jadi lebih besar. Kan lumayan kalau ketemu Junot atau Nicholas Saputra bisa minta foto pura-puranya lagi hangout bareng, syukur2 pas lagi ada wartawan jadi bisa kesorot masuk infotainment.  Belum lagi di mall suka ada syuting FTV jadi lumayan kan kalo diajak syutiiing. Nah, sesial-sialnya misal lagi ga ada uang lebih buat belanja tas salvatore ferragamo atau lagi ga nemu syuting apa-apa, setidaknya di mall itu bisa numpang ngadem, apalagi di kosan gw gak ada AC nya, masa kalau lagi gerah mesti ngadem di depan kulkas. Kulkas aja gw ga punya.

Akan tetapi, walau gw dan wanita-wanita kece lain di luar sana suka ke mall bukan berarti kita itu perlu dibangunin mall di tiap pojokan jalan kali ah wahai bapak ibu pemilik Dayu Mendayu Group dan kawan-kawan. Masa tiap 500 meter ada Mall. Atau engga, masa Mall yang sudah besar dibesarkan lagi sampai ada Mall I, mall II, mall III, udah kaya sinetron Tersanjung.Terus ada juga mall yang luar biasa besar sampai jarak dari satu toko ke toko lain di dalamnya itu bisa buat kita kayang lalu salto guling-guling. Ada juga mall yang saking luasnya pas nanya pak satpam dimana musholla maka jawabannya : adek lurus ke arah sana kira-kira seperempat kilometer sampai mentok ketemu department store, terus adek belok kiri sampai ketemu lift terus adek naek lift turun 3 lantai setelah itu adek belok kanan setelah itu adek belok kiri setelah itu adek belok kanan lagi setengah kilometer.

Busett.

Dalam sebuah quote Mandarin diajarkan Wu Ji Bi Fan atau artinya kurang lebih ‘too much of good stuff is a bad stuff’.

Maka kapankah kita akan berhenti ?

sumber : republika online

sumber : republika online

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sigh, aku juga sebal kalau di dalam mall yang sebesar gaban itu nyari musolla kayak nyari jarum di tumpukan jerami. tau2 nongkrong di basement aja…. halahyuung paringono honda!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: