my dream love letter

February 8, 2012 at 3:06 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment

in order to welcoming the month of love, Tami asked me and Arry to write a love letter and publish it in our blog yesterday…  Tami is a kind of super romantic girl, but in my opinion love letter is just not her type. Maybe I’m wrong… Tami as always, is surprising and enlightening. A love letter is just another her special joke of life (i mean in positive way)

For myself, creating a love letter literally is not an easy thing. i am bad in love letter (actually i’m bad in everything -.-“) however, i’ll try… (sorry for publishing it late. office time was rough and  getting crazier than paris hilton party lately)

so, here it is my try. please just no LMAO😀

Manis…

Kamu memang tidak terlalu mengerti astrofisika, astronomi, atau ilmu-ilmu semacamnya. Mana barat mana utara pun bagimu susah rasanya. Namun, kamu pasti tahu bahwa bulan yang dapat kita lihat malam ini adalah bulan yang sama. Bulan yang merona terang, bulat seperti pantat bayi yang menggemaskan, serta benderang menemani perjalanan dari tempat kerjamu yang diisi oleh teman-teman yang kadang amit-amit menyebalkan dan atasan yang seperti habis salah makan.

Maka cukup mujarab mengusir penat dan lelah dengan kita bertukar cerita sambil menikmati bulan yang sama. Saat itu kamu akan berceloteh kepadaku tentang harga minyak yang meninggi atau alur cerita novel roman picisan yang baru selesai kamu baca. Jika aku bosan, aku akan menyelamu dan mulai mengata-ngatai tim sepakbola tukang kalah yang kamu idolakan. Kamu pun merengut manyun-manyun tak karuan. Namun, tak kubiarkan lama-lama, segera kuhibur kamu dengan cerita tentang motor yang baru kupermak, sayap dan spakbornya. Kamu bertanya harganya berapa dan mengapa tidak ditawar, kamu kira itu ikan di pasar.

Setelah aku mendengar kamu mulai menguap, aku tahu malam larut dan tenggelam. Aku pun mulai berkata pelan-pelan. Kulembutkan suara agar telingamu tak kepayahan. Kemudian aku mengajakmu berimajinasi tentang pesta sederhana di taman yang hijau tua serta warna baju yang kita pakai di sana, mungkin aku biru dan kamu merah muda, atau kita sama-sama pake oranye seperti pendukung Persija.

Lalu aku tidak lagi mendengar suaramu, hanya desah nafas yang naik turun teratur. Kamu tertidur. Aku tersenyum membayangkan ekspresimu yang menggelikan. Mungkin mimpi dikejar-kejar raket nyamuk (kamu takut kan?) atau mungkin hanya sekadar memimpikanku.

Jadi, selamat tidur dan melanjutkan mimpi…

your sincerely,

AA

ahahaa,,,,

i think i will never receive this kind of letter… but it doesn’t matter, at least  somebody has written and made it real, which is me.😀

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sukaaaaaaaaaa
    jadi pengen nulis kayak beginian hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: