koran dan kisah negeri hari-hari ini…

January 27, 2012 at 9:34 am | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Meskipun zaman sekarang ada berbagai macam situs berita seperti kompas dot com, thejakartapost dot com, vivanews dot com, detik dot com, dan sebagainya yang selalu super duper update, sekali-sekali mungkin kita perlu juga baca koran. Tentu tidak harus beli, apalagi berlangganan  (*menurut gw langganan koran adalah aktivitas yang kurang ramah lingkungan dan kurang ramah di kantong). Kita bisa pinjam, numpang baca di ruang tunggu kantor service simcard yang ngantrinya amit amit, atau colong-colong koran si bos.

Berita di koran biasanya sebagian telah melalui proses editing, dengan demikian informasi yang diberikan cenderung lebih ‘hati-hati’. Bagi gw yang awam, maksudnya ‘hati-hati’ tidak berarti buruk… justru itu adalah jaminan bahwa apa yang gw dapat di koran adalah informasi yang paling dibutuhkan dan tepat kadar serta porsinya agar pembaca tidak kekurangan atau kelebihan informasi. Hanya saja, informasi yang ‘hati-hati’ ini bagi masyarakat cerdas (gw bukan satu diantaranya), adalah sesuatu yang juga perlu diwaspadai sebagai gejala dari adanya kepentingan lain yang menggerakkan dunia jurnalisme: bisnis atau kekuasaan…

Dua hari ini gw membaca kompas. Jujur gw tidak terlalu menggemari kompas, maap pak Jacob… -terlalu banyak lembaran kertas, isi beritanya terlalu umum (bentuk halus dari tidak tajam?), iklannya banyak, dan terlalu ‘kaya’ (oh cmon GRAMEDIA IS THE BIGGEST BOOKSTORE IN THIS COUNTRY dan dia punya TIVI)-. Di halaman pertama Kompas dua hari ini ada dua headline dan dua gambar, satu gambar puing puing rumah yang dibakar di Sidomulyo dan satunya gambar kantor Bupati Bima dibakar massa. Satu berita berbunyi: “Pemerintah lamban merespon”. Jurnalisme kadang membentuk opini, tetapi kadang ia hanya menekankan yang ada di masyarakat.

Masih di halaman yang sama, halaman depan, judul-judul lain dipersandingkan. Sebagian tentang korupsi, selebihnya campur-campur: penyakit, banjir, dan masalah transportasi.

Itulah kisah negeri kita hari-hari ini. Di koran.

*cukuplah baca sekali-sekali saja. yang sering-sering itu bacalah doa…

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Nggak papa nggak baca koran, yang nggak boleh itu nggak baca Al Quran. 😛

  2. hehehe…saya sarapan pagi sama koran…dari[pada mantengi internet yang kalau kelamaan bikin mata sakit. Tapi sekarang memang suka males jika beritanya aneh2 dan ajaib terus…jadi kalau begitu ya dilewati aja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: