dadah dadah sama 2011

December 29, 2011 at 11:47 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jika Julius Caesar masih hidup, gw ga tahu apakah sekarang dia sedang di Bali bersiap menyambut 1 Januari yang dia ciptakan sebagai awal tahun di kerajaan Romawi atau malah hanya duduk-duduk di rumah sambil nonton infotainment yang membahas siapa paling eksis di tahun 2011: Ayu TingTing atau Syahrini. Sesuatu.

Sayangnya, Julius Caesar sudah tak hidup. Dia mati ditusuk Marcus Junius Brutus 2055 tahun yang lalu. Tetapi yasudah tak apa karena zaman sekarang kita mungkin akan agak seram lihat pemandangan orang telanjang dada dan bersandal ala gladiator berjemur di pantai Kuta sambil giring-giring singa.

Jadilah pemandangan menjelang tahun baru yang tipikal. Tanpa singa.

Gang sempit yang becek sehabis hujan sepanjang malam. Tempat wisata yang ramai. Kasus korupsi yang menggantung seperti awan commulus nimbus. Ruangan kantor yang ditinggali sampai malam. Harga logam mulia yang turun. Iklan konser dangdut di pantai Ancol. Belanja modal yang tak terserap. Bos yang setres. Rekan kantor tukang bully yang jadi sedikit mengibakan karena digentayangi deadline. Kostum kerja gw yang fashion disaster akibat isi lemari baju ada di tukang londri. Dan anak sekolah yang berbahagia liburan sehabis ujian (selalu sukses bikin pegawai galau macam gw sirik berat).

Sementara di tivi, ada acara-acara nominasi dan bincang-bincang paranormal, serta ada pula urutan-urutan peristiwa sepanjang tahun yang ditayangkan ulang. Beberapa di antaranya membuat kita tersadar kembali bahwa cerita itu pernah ada (seperti cerita bahwa kita pernah mengejar buronan sampai ke Kolombia). Beberapa di antaranya membuat kita merasa tidak gaul dan ketinggalan berita (seperti gw yang baru tahu ada boyband bernama Max 5). Dan beberapa lagi di antaranya membuat kita heran (seperti mengapa banyak sekali yang memanggil Nunun Nurbaeti dengan sebutan “Ibu”).

Begitulah setahun ini. Atas apa yang terlihat dan terdengar, kurang lebih kita akan sependapat. Walaupun kita mungkin agak berdebat tentang siapa yang salah, suster ngesot atau satpam apartemen, kita pasti sependapat bahwa jambul Syahrini sama sekali bukan bocoran trend rambut tahun depan.

Sedangkan atas apa-apa yang tak terlihat dan terdengar, sesuatu di dalam hati, kita punya suara sendiri-sendiri. Maka menjelang akhir tahun ini, ditemani aroma hujan dan letupan kembang api yang lemah, kita semua bisa berpikir tentang apa saja. tentang kehilangan. tentang bencana kecil dan bencana besar. tentang orang tersayang di kejauhan. tentang kapan naik gaji. tentang kapan kawin. tentang rakyat yang dipenggal kepalanya. tentang anggota DPR. tentang betapa setahun ini ternyata melelahkan. tentang film-film bagus yang belum sempat ditonton. tentang apa saja. atau bahkan tidak tentang apa-apa, hanya dadah-dadah saja. dadah-dadah pada tahun 2011.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: