Jurnal Liburan Ikan Kering #2 Politics Talk

April 7, 2009 at 12:45 pm | Posted in Uncategorized | 4 Comments

Gw bukan orang yang anti politik. Gw rasa gw cukup suka politik (terlepas dari segala omong kosong dan kebusukannya—ngemeng2 soal busuk libur panjang tanpa aktivitas bikin gw membusuk juga n_n). Gw hanya kadang sedikit malu dan ragu berbagi sudut pandang politik gw.

Bercerita tentang kehidupan cinta, gosip, humor garing, atau apa saja tidak sesulit berbicara politik. Berbicara politik ibaratnya melepas pakaian dan harus siap ditelanjangi. Salah-salah bisa dipermalukan. Gw mungkin saja hobi mengolok-ngolok Dewi Persik, menghina Kangen Band, mentertawakan Syaipul Jamil, tetapi sebisa mungkin gw menghindari menghina-dina politikus (kecuali kalau emang tu politikus nyebelin banget kadang kelepasan juga).

Nah, kemarin sore akhirnya gw dapat juga undangan memilih untuk Pemilu Legislatif Kamis nanti (nama gw salah ditulis: kurang satu ‘S’, nama nyokap gw nambah satu ‘R’. Tapi doesn’t matter). Uuuuuh, mau ga mau jadi mupeng ngomongin politik juga.

Menurut petuah Wimar Witoelar, katanya kita golput saja sampai hari H pemilihan, sampai datang ke TPS dan mencontreng pilihan kita. Somehow, gw setuju juga… Namun, bukan berarti hingga sejauh ini kita gak punya calon pilihan. Untuk itulah gunanya kampanye, iklan, publikasi, spanduk, poster, baliho, kaos parpol, jilbab, sembako gratis, dan amplop isi duit(hehehe….).

Namun Anda masih bingung? Hmm, gw punya beberapa hal yang bisa kita perhatikan dalam rangka pilih-memilih ini :

1. Memilih dengan riset dan keilmuan

    Sebagai pemilih yang cerdas, yang paling tepat adalah mengadakan riset dan analisis yang akurat terhadap Partai Politik beserta calon-calon legislatifnya. Jangan langsung percaya saja dengan apa yang diumbar di televisi atau kampanye terbuka. Ambil contoh, ada politikus yang mengungkap fakta berupa angka-angka dengan meyakinkan: tujuh puluh triliyun bla bla bla…. Jangan langsung percaya, lihat dulu datanya. Sejauh apa kebenarannya. Kalaupun benar, lihat lagi dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang yang lebih nyekul, educated, bukan asal jeplak aja. Ada juga politikus yang membanggakan keberhasilannya dalam memimpin sejauh ini. Cek lagi datanya, tetapkan indikator-indikator, lalu buat perbandingan sebelum dan setelah dia memimpin. Nah, untuk kasus politikus yang tidak konsisten, dulu ngomong A sekarang ngomong B, tidak perlu diriset karena kemungkinan besar isu-isu yang mereka umbar emang ngasal. Jangan lupa juga untuk meriset calon-calon anggota legislatif. Pastikan sosok pilihan kita bukan pedofil atau maniak.


    2. Memilih dengan Hati

      Melakukan riset dan analisis dirasa berlebihan dan rumit? Kalau begitu kenapa tidak mengandalkan hati nurani saja? Konon, nurani tidak pernah menipu(tidak seperti angka-angka yang bisa dimanipulasi). Feeling atau suara hati bahkan seringkali bisa membimbing kita menemukan jawaban yang sedang dicari (tidak berlaku bagi mahasiswa berfeeling buruk yang selalu salah menebak jawaban saat ujian)


      3. Memilih setelah Shalat Istikharah

        Tidak percaya riset? Tidak percaya hati nurani? Tapi tentu saja kita masih percaya Tuhan….


        4. Memilih Saudara atau Kerabat

          Terlalu malas melakukan riset? Males beribadah? Tidak punya hati nurani? Tapi punya saudara, teman, atau kenalan yang nyaleg? Gak perlu repot-repot, langsung pilih mereka saja…(minimal nanti kita makan gratis pas mereka syukuran)


          5. Memilih Artis atau Orang Terkenal

            Gw belum menemukan alasan untuk melarang artis jadi caleg, lebih-lebih kalau artis itu cantik, ganteng, pintar, sholeh, kaya, baik hati, dan tidak sombong. Minimal jika artis itu tajir, gak nafsu lagi sama yang namanya suap atau korupsi.

            Oleh karena itu, jika suka komedi, pilih saja pelawak favorit kita. Jika suka sinetron, pilih artis sinetron saja. Jika suka klenik dan ilmu magis, bisa pilih dukun(tau kan siapa paranormal yang nyaleg?)…

            Jika suka dangdut, dateng aja ke kondangan(berlaku di daerah pantura dan sekitarnya)


            Nah, dijamin pasti makin bingung!!

            4 Comments »

            RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

            1. Sebagai warganegara yang baik, saya akan tetap menggunakan hak pilih saya secara bertanggung jawab.
              Dan berusaha memilih yang terbaik diantara pilihan yang ada

            2. hyahaha..

              kiat yang boleh dicoba..

              tapinya gees,,
              masa yaa,,
              kemaren kan gw dah bela”in pulang ke bogor buat nyontreng..
              eh,,
              kartu pemilihnya ternyata di bandung..
              hwakakak..

              tami ngebuka blognya lagii tuu..

            3. hahaha stuju sama nomor lima! emang siapa deh dukun yang nyaleg? hahaha

            4. di tangerang ada pengamen yang jadi caleg, katanya sih perolehan suaranya lumayan. gmn tuh ge??
              pendidikan rendah sih pasti, cuman mungkin mereka akan lebih mampu melihat kenyataan di bawah,
              kecuali kalo mereka kepilih trus terbang ntah kemana..


            Leave a Reply

            Fill in your details below or click an icon to log in:

            WordPress.com Logo

            You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

            Twitter picture

            You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

            Facebook photo

            You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

            Google+ photo

            You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

            Connecting to %s

            Blog at WordPress.com.
            Entries and comments feeds.

            %d bloggers like this: