sifat khas…

January 24, 2009 at 12:23 pm | Posted in jambal | 1 Comment

Beberapa sifat khas sebagian besar Manusia Indonesia :

Ramah

Sungguh, ini bukan karena sempel manusia Indonesia yang ramah adalah diri gw sendiri 🙂 (serius, I think I’m friendly enough, hahaha). In fact, selama beratus tahun kita dikenal sebagai bangsa yang ramah. Keramahan inilah konon yang disalahgunakan bangsa penjajah tempo dulu untuk menjajah kita. Namun, gak ada bukti empirisnya kan kalo kita jadi bangsa yang jutek kita gak bakal dijajah? So, maybe being friendly is right choice ever after.

Sungkan

Sungkan itu sifat turunan ramah, tapi lebih sering bikin susah. Udah mendarah daging di kebanyakan manusia Indonesia. Dari zaman lisung alu sampe zaman digital ini, banyak di antara kita yang masih suka sungkan: sungkan nolak duit hasil korupsi, sungkan nolak ajakan teman untuk kolusi, atau sungkan ngelaporin kejahatan bos sendiri.

Memiliki ikatan kekerabatan yang tinggi

Kalau orang Indonessia bertamu ke rumah suami dari adik ipar anak perempuan sepupu kakeknya yang sekarang jadi pejabat di ibukota, pas ditanya satpam:”Anda siapa?” pasti ia jawab: ”Saudaranya”. Atau saat tetangga kakak ipar adik tiri kita jadi artis muncul di tivi kita bilang:”Itu masih saudaraku lho!”. Jelas ini disebabkan adanya ikatan kekerabatan yang tinggi. Tapi anehnya, kalau ada anak adik ibu kita masuk penjara ketika ditanya tetangga:”Itu sepupumu kan?” biasanya kita pura-pura gak dengar.

Memiliki ikatan batin yang kuat dengan masa lalu.

“Dulu aku ini pas jadi kepala kantor di Manado bla bla bla blaaaaa……”
”Dulu waktu gw kuliah di Amerika gw begini lho la la lalaalaalaaaa….”

“Kamu tahu kan dulu bapakmu bekas napi….”

”Kakek lo tuh dulu PKI makanya lo tidak bisa begini begitu …”

“Dulu aku mencintainya ya ya ya yaaaa”

Romantisme tinggi

Barrack Obama hanya tinggal lima tahun di Indonesia. Tak ada darah Indonesia mengalir dalam dirinya. Tapi karena romantismelah seakan ada ikatan batin kuat di antara Indonesia dengan Obama, apalagi dulu yang pernah dekat atau sekadar kenal…tiba-tiba mereka muncul di televisi bercerita itu ini seakan-akan sahabat atau kerabat yang paling mengerti. Sangat Romantis.

Tidak terlalu serius

Karena tidak terlalu serius, janganlah menganggap tulisan gw secara serius. It’s just for fun. Tapi, kalo bisa jadi sedikit bahan instrospeksi, ya syukurlah… hehe🙂

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ge, udah pernah baca bukunya Pak Muctar Lubis yang judulnua Manusia Indonesia belum? Sebenernya itu pidato kebudayaan beliau di TIM bulan April tahun 1977. Ada 12 ciri manusia indonesia. Antara lain hipokrit, tidak mau bertanggung jawab, dll (poin2 materi ini ternyata disisipkan di pelejaran Antropologi waktu gw kelas 3 SMA). Waktu itu ada banyak yang menentang, banyak juga yang meng-iyakan, sampai2 di buku yang gw baca juga dilampirkan surat
    pembaca+balasannya dari Pak Muchtar.
    Kalo dari taun 77 sampe sekarang ga ada perubahan ke arah lebih baik, berarti kita merugi yah…

    udah kayak latian baris-berbaris gw aja.
    JALAN DI TEMPAAAT!!!! GRAK!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: