gelonggongan…

September 4, 2008 at 4:16 pm | Posted in cumi-cumi | Leave a comment

Jadi vegetarian itu pilihan hidup yang baik. Serius. Di tengah harga protein hewani(alias daging) yang muaakiin mahal belakangan ini(apalagi menjelang hari raya), vegetarian tidak perlu pusing-pusing. Sayur segar plus tempe tahu saja sudah cukup. Sehat pula! Walau begitu, hingga detik ini gw masih memilih jalan hidup sebagai karnivora(sekaligus herbivora). Bagi gw, protein hewani masih dibutuhkan tubuh ini untuk menambah berat badan(biar gak terbang kalo angin lagi kenceng) dan demi pergaulan (yaaa kadang-kadang kalau ada yang ulang taun gw diajak ke kfc, warung steak, atau McD).

Masalahnya, apa jadinya kalau daging yang kita makan adalah daging gelonggongan? Daging gelonggongan adalah daging hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu disuntik dengan air yang buaaanyak supaya berat daging bertambah dari yang sewajarnya. Menurut pakar kesehatan, makan daging gelonggongan tidak baik buat kesehatan. Daging gelonggongan banyak mengandung mikroba(jelas, wong direndem aer) plus dagingnya juga kemungkinan mengandung hormon adrenalin yang dihasilkan si hewan saat sekarat. Ok, murah sih murah….tapi berbahaya. Kalau sudah begini, dipikir-pikir vegetarian memang pilihan hidup yang baik.

Nah, selain merugikan manusia, proses ‘membuat’ daging glondongan menurut gw juga sangat tidak-tidak-tidak berperikehewanan sama sekali. Kalau yang gw lihat di tv tadi sore, seekor sapi yang akan disembelih diikat keempat kakinya, dipaksa meminum air dari sebuah selang yang dimasukan ke dalam mulutnya. Selang air itu dimasukan hingga lima sampai enam jam(hello, enam jam!!). Bayangkan, sapi dipaksa minum air hingga tubuhnya bengkak menggelambir sekarat kebanyakan minum terus baru disembelih. Gw jadi inget organisasi lingkungan hidup greenpeace atau wwf, selain mengurusi paus, koala, panda, atau hutan lindung mereka concern juga gak sama masalah hewan ternak? Kalau concern juga, apa kasus daging glondongan sebaiknya laporin aja ke mereka biar hewan-hewan ternak itu juga terjaga hak-hak asasinya. Habisnya, kalo ingat tayangan tv pas sapinya diminumin air, wah gw ikut sakit hati.

Intinya, dalam memilih konsumsi hewan ternak mungkin kita musti lebih selektif lagi. Jangan mentang-mentang omnivora, semuanya diembat. Daging boleh mahal, harga diri kita pun harus ikut jual mahal, pastikan hanya mau makan makanan yang layak, sehat, dan halal…. bukannya daging korban pelanggaran hak asasi hewan,

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: