bajak saja ampe empeeeeet

September 4, 2008 at 3:25 pm | Posted in jambal | 1 Comment

Beberapa musisi, katakanlah yang tidak terikat mayor label apa pun, yang idealis, yang tidak menggantungkan hidupnya dari musik, yang udah kaya dari sononyah, dan yang udah terlalu lelah dengan industri memilih untuk memasarkan karyanya secara gratis. Karya mereka bisa diperoleh di konser-konser mereka atau didownload bebas dan legal di internet. Inilah sebuah metode bermusik dan mengekspresikan diri dengan eksist tanpa harus terikat pasar. Mengapa? Sebab pasar industri musik kini terlalu carut marut, salah satunya adalah akibat ulah orang-orang seperti gw yang hobi membeli mp3 bajakan dan mendownload lagu di internet secara ilegal.

Mana yang lebih mudah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw kurang tahu. Yang jelas, karena keterbatasan akses terhadap koneksi internet yang cepat, gw lebih sering berburu lagu di tukang cd bajakan. Khusus beberapa lagu yang sulit dicari, barulah gw download di internet. Bisa dibilang ngga ada yang ngga ada di internet. Mau download sekalian dengan videoklipnya? tinggal buka youtube aja kaaaan. Inilah masa kini. Era kemudahan. Jika kita mempersulit diri bisa-bisa ketinggalan ketinggalan zaman.

Mana yang lebih murah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw juga kurang tahu. Tapi, mari kita hitung-hitung. Ambil contoh, untuk satu keping CD berisi dua ratus lagu biasanya dikenakan harga antara 5.000—10.000 rupiah. Sementara, untuk satu lagu berukuran 4 mega biasanya membutuhkan waktu download sekitar dua sampai lima menit (kecepatan internet standar). Jika berinternet di warnet dengan tarif 3000/jam, proses mendownload 200 lagu akan menghabiskan waktu sekitar 6 jam, artinya menghabiskan Rp 30.000,00. Jika berinternet di rumah menggunakan ADSL, katakanlah speedy dengan tarif personal, satu lagu mungkin menghabiskan sekitar Rp 200,00 yang berarti dua ratus lagu sama dengan Rp 40.000, sedangkan speedy dengan tarif time based bisa menghabiskan sekitar 4000/jam atau Rp 36.000 tiap 200 lagu. (ini hitung-hitungan sotoy, jangan dipercaya!! gw gak tau tarif speedy hehehe). Lain halnya jika kita berinternetan secara gratis(numpang orang, nebeng wi-fi di restoran, ngehack, dll), mendownload ratusan lagu sampai enek juga gratis.

Mana yang lebih merugikan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Hmm, jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi(waaa sotoy lagiiii) dan tentunya sudut pandang gw(tuu kan terbukti gw emang sotoy), dua-duanya jelas merugikan. Siapa saja yang dirugikan?

  1. musisinya. Udah susah-susah latihan, udah susah-susah rekaman, udah keluar modal besar, udah ngarep banget jadi kaya raya, eh lagunya dikonsumsi orang dengan cuma-cuma lewat jalur ilegal.
  2. pemerintah. Ngga ada istilahnya kan PPn untuk barang bajakan…itu artinya pemerintah kehilangan pendapatan pajak yang sangat signifikan kalau masyarakatnya membeli barang bajakan, bukannya barang orosinal yang merupakan barang kena pajak.
  3. masyarakat. Barang bajakan(mau film, musik, alat elektronik, buku) adalah barang kualitas rendah yang menunjukan selera masyarakatnya….sedih kan kalau dicap orang berselera rendahan??
  4. industri musik. Jangan heran nanti musisi-musisi jenius malas buat lagu lagi, soalnya lagu mereka ngga dihargai sama negeri sendiri. Yang bakal membanjiri industri musik adalah para amatiran yang boro-boro idealis, main musik aja ngga bisa.

Mana yang lebih dosa, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Entahlaaah. Kalau gw, lebih merasa berdosa kalau beli bajakan. Kesan yang ditimbulkan oleh orang banyak juga begitu. Artis-artis bilang: “Jangan beli kaset bajakan yaaa”, bukannya bilang : “Jangan download lagu di internet yaaaa” Padahal, gw pikir-pikir yaa sama aja.

Mana yang lebih bisa dimaafkan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Kok dimaafkan? Yaaaa, memang…mau gak mau tetap ada sisi yang bisa dimaapkan dari pembajakan. Beberapa musisi malah rela dibajak, alasannya adalah ajang promosi gratis. Toh sekarang ada ring back tone, sumber penghasilan baru mereka. Pernah juga gw liat kalimat yang ditulis oleh seorang yang ngeshare lagu di internet: “Kalau kalian suka lagunya jangan lupa beli cd aslinya ya. Jangan dukung pembajakan” Yups, benar juga, share lagu di internet adalah ajang promosi yang baru dan segar. Terus, kadang-kadang gw merasa pembajakan telah berhasil membuka lapangan kerja baru, pengangguran pun berkurang, soalnya mereka telah punya profesi baru sebagai pembajak dan tukang kaset bajakan. Ekonomi mikro, dalam lingkup kecil dan jangka pendek, sebenarnya diuntungkan oleh aktivitas pembajakan.

Nah, sekarang masih mau ngebajak lagu??

gw iyah

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. gw juga iyah……..(padahal jarang ngedownload sendiri, gw mah biasanya ngopi dari downloadan kompi di warnet deket gw,lagunya update smua,,ntah siapa yg ngedownload,,,lagu ratusan mega cuma dicopy sekejap saja,lebih murah kaaan???ahaha)

    kata kakak gw, dari penjualan kaset, musisi cuma dapet 1000perak per kaset.labih gedenya dari manggung ato ringbacktone,,

    beredarnya bajakan bajakan itu bagus buat promosi n publikasi,,euheuheu…(iya gituuuuuuuuu????)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: