politik itu candu

August 30, 2008 at 2:43 pm | Posted in tongkol | Leave a comment

sekolah itu candu, kata Roem Topatimasang. agama itu candu, kata karl marx. cinta itu candu, kata temen gw yang lagi naksir teman sekelas. dan akhir-akhir ini gw senang bilang :politik itu candu

Alkisah, saat pertama kali melihat beberapa iklan di tivi yang materinya cukup bagus, kebangsaan, dan konstruktif, gw dengan lugunya mengira itu hanya iklan layanan masyarakat yang tulus tanpa embel-embel propaganda politik walaupun di dalamnya mencantumkan nama seorang tokoh. Ada yang mengangkat tema pertanian, hidup adalah perubahan, kisah sukses juara olimpiade, sampai ajakan belanja ke pasar tradisional. Namun, setelah beberapa kali lihat, akhirnya gw sadar kalau itu sama sekali bukan iklan layanan masyarakat, melainkan kampanye politik. Seratus persen murni kampanye politik.

Seorang budayawan menulis di koran, iklan-iklan televisi seperti itu banyak mengandung zat-zat berbahaya. Jika dikonsumsi terlalu sering lama-lama akan menyebabkan efek samping yang buruk. Mungkin maksudnya, dampak buruk terhadap masyarakat dalam melakukan penilaian objektif terhadap suatu subjek politik, katakanlah seorang calon pemimpin atau sebuah partai. Selain itu, apabila iklan-iklan politik itu terlalu sering ditampilkan maka tidak jauh beda dengan produk-produk biasa yang diiklankan dengan satu tujuan, laku terjual untuk meraih kekayaan. Bahasa kasarnya : dagang.

Salah satu edisi majalah tempo menyebutnya gerai. Siapa yang mengemas paling menarik, paling bagus untuk dipajang di display, dialah yang terjual. Oleh karena itu, ada sebuah perusahaan yang lahan usahanya membuat ‘kemasan’ khusus partai dan tokoh politik agar mendapat citraan baik di masyarakat. Mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, slogan-slogan, materi pidato, dan segalanya yang bisa dikonsumsi publik diciptakan sebaik mungkin supaya menumbuhkan satu produk yang akan laris dilempar ke pasar. Seorang tokoh yang akhir-akhir ini paling rajin beriklan untuk pemilihan presiden 2009(tahu kan siapa?) pun meyakini bahwa siapa yang paling bagus dan strategis(juga gencar) kampanyenya dialah yang akan memenangi kompetisi.

Dan segela hiruk pikuk ini telah dimulai. Pemilihan presiden baru akan dilangsungkan tahun depan, tetapi bursanya sudah panas. Perputaran uang di dunia politik terjadi besar-besaran. Bisnis-bisnis musiman bermunculan, ambil contoh spanduk, kaos partai, dan bendera. Sementara mass media meraih untung dari order iklan yang melonjak. Stasiun televisi sibuk berlomba merebut rating, yang satu jadi election channel yang satu jadi tv pemilu. Koran-koran dipenuhi angka-angka yang dicetak besar dan tebal, satu halaman satu, sampai halaman tiga puluh empat.

dan gw pun menghitung. dari itung-itungan gw yang nilai pelajaran ekonominya pas-pasan itu, biaya iklannya mas SB, ditambah biaya iklan partai berlambang garuda, ditambah iklannya ketua ikatan petani, dan ditambah biaya mengotori jalan pakai ratusan bendera, kalau dibelikan sembako bisa dibagi-bagikan ke orang sekampung, bisa juga dipakai membetulkan sekolahan yang mau rubuh atau menambal jalan yang bolong-bolong. entahlah, mungkin hitungan-hitungan gw salah karena sudah terlalu pusing, sudah mabuk, mabuk politik.

politik itu candu.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: