anak muda bisa lupa juga…

June 26, 2008 at 4:27 pm | Posted in cumi-cumi | 6 Comments

Kata siapa penyakit pikun hanya milik orang tua? Kadang-kadang anak muda bisa lupa juga… Di kosan gw, biasanya jika terjadi trouble yang diakibatkan masalah kepikunan, temen gw yang pikun itu bakal diledek dengan sebutan “alzheimer”… Padahal, gw juga kurang paham tuh sebenarnya alzheimer itu penyakit apa. Setau gw sih penyakit yang diderita oleh tokoh Pak Guru yang diperankan oleh Alm. Sophan Sophian di film LOVE. Di film itu diceritakan walaupun sudah pensiun, Pak Guru lupa dan masih tetap pergi mengajar..walaupun sudah potong rambut, tetap pergi ke barbershop.. Semua berulang begitu terus setiap hari.

Nah, menurut hasil browsing gw, alzheimer kurang lebih ialah penyakit menurunnya daya ingat (biasanya terjadi pada lansia) dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Mudah lupa nama benda, nama orang dan sebagainya.
  2. Terdapat gangguan dalam mengingat kembali (recall)
  3. Terdapat gangguan dalam mengambil kembali informasi yang telah tersimpan dalam memori ( retrieval )
  4. Tidak ada gangguan dalam mengenal kembali sesuatu, apabila diberi isyarat ( cue )
  5. Lebih sering menjabarkan bentuk atau fungsi daripada menyebutkan namanya.

Alzheimer jarang dialami oleh anak muda(jadi gw dan teman-teman kos menggunakan istilah ledek2an yang salah tuh). Tapi, gw pernah juga sih liat anak muda yang kenal alzheimer…kalau tidak salah tokoh yang diperankan Laudia Chyntia Bella di sebuah sinetron, he3…

Yah, tapi memang benar, anak muda bisa lupa juga. Khusunya gw. Hanya saja, setelah dipikir-pikir kok dari kecil sampai sekarang gw pikunnya suka kebangetan… Kadang-kadang mengganggu dan sering merepotkan juga. Mari kita lihat beberapa kejadian yang menimpa gw seperti di bawah ini..

1. Lupa Nama Orang

Gw ketemu seseorang yang baru kenal beberapa hari sebelumnya di jalan dan dia menyapa, “Hei, Gestiii!”

“Eh halo, Mas” jawab gw grogi. Karena lupa namanya, gw pun bergegas pergi.

“Tunggu, kok gak manggil namaku sih”

“He3, maaf Mas. Hmm, halo Mas…Rudi?”

“Hah, Rudi?”

“Oh, salah ya? Mas…”

“Suryo.”

“Oh iya, maaf Mas Rahmat”

“Suryo.”

“haaah?”

“Suryo.”

“aaaaa…Mas Suryo. Maap-maap”

Bagus. Selain pikun ternyata gw juga budeg.

2. Lupa Kalau Bawa Sepeda

Kejadiannya waktu gw sekolah agama dulu. Suatu hari gw pergi naik sepeda, tetapi saat pulang malah jalan kaki. Saat hampir setengah perjalanan gw baru menyadari kalu ada sesuatu yang salah: sepeda gw ketinggalan!

3. Lupa Menaruh Barang

Jangan ditanya apa saja dan berapa banyak barang yang gw hilangkan atau berapa kali dalam sehari gw mencari kacamata.

4. Salah Turun Dari Angkutan Umum

Gw pernah turun di depan gang rumah gw yang lama, padahal gw sudah pindah rumah beberapa bulan sebelumnya.

5. Tidak Pernah Ingat Belokan Di Sekitar Rumah

Gw pernah nyasar pulang ke rumah dari masjid saat bulan puasa yang lalu.

Hingga kemarin sore, saat gw naik mobil gw lupa belokan menuju rumah dan gw terpaksa memutar.

Bahkan saat lewat samping rumah naik motor, gw masih kurang yakin itu rumah gw(terlalu tertutup daun-daunan).

Pfuuh….

6. Mengambil Dobel Barang Belanjaan

Setahun yang lalu, gw dan seorang teman beli flashdisk untuk kado ulang tahun. Flashdisk-flashdisk yang ditawarkan diletakan di atas meja display. Setelah memilih yang mana yang akan dibeli, gw membayarnya lalu penjualnya membungkuskan flashdisk yang baru dan menyerahkannya ke teman gw. Entah mengapa gw merasa flashdisknya belum diserahkan sehingga gw mengambil flashdisk yang di atas meja display lalu keluar dari toko itu.

Saat beberapa langkah di luar toko itu, teman gw menyadari ada yang aneh.

“Tunggu, kok flashdisknya lu pegang. Flashdisknya kan ada di tas gw?”

“Hah, masa sih. Flashdisknya emang sebelumnya udah dikasiin ya?”

“Kalau gak salah sih udah” teman gw ikut tidak yakin. Ia membuka tasnya dan menarik sebuah keresek. Di dalamnya terdapat sebuah flashdisk.

“Astaghfirullah. Jadi kita ngambil dua!!!”

“Waaaa…….”

Saat itu juga kami bergegas berlari masuk kembali ke dalam toko sambil membungkuk-bungkuk minta maap atas kekeliruan yang terjadi. Untung saja tidak ditangkap polisi.
7. Salah Masuk Kamar

Kamar Siphit dan Ayu di kosan berdampingan. Siphit di sebelah kiri. Ayu di sebelah kanannya. Namun, entah mengapa, gw sering tidak bisa membedakan. Kadang-kadang…

“Ayuuuu!!” gw membuka pintu. Tapi, ternyata gw masuk ke kamar Fitri.

Atau…

“Siphiiiit” gw mengetuk pintu. Tapi, ternyata gw mengetuk pintu kamar Ayu.

Biasanya gw bisa ngeles. Pura-puranya nyari Siphit di kamar Ayu atau nyari Ayu di kamar Siphit…
8. Dan Lain-Lain…(lupa,he3)

toh anak muda bisa lupa juga…

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Alah…kirain cuma lupa aja..( sama kalo ini sih)
    Tapi kalo sampe lupa belokan mah..
    he …
    Salam kenal ti urang Bandung,

  2. he3, semakin banyak orang pelupa di dunia ini *geleng-geleng*

  3. makasih komennya om.
    haha udah tua om?
    yak, begitulah masa masa yang saya jalani saat ini. haha. tapi kata teman teman saya, banyak yang salah dengan cara menulis saya. iya gak ya?

  4. Hehehe…keknya kenal ma contoh nomer satunya…hehehehe

  5. tenang aja bro, banyak temennya…
    saya juga sangat pelupa….
    untungnya belum pernah lupa klo sudah punya anak istri…

  6. hohoho,,,si gw juga lupa dan pikunnya kebangetan ges..
    malah lupa kal kemaren si gw shock dan sedih kenapa yah???
    kok sekarang ceria-ceria ajah,,,heheheh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: