pahlawan industri

May 2, 2008 at 2:59 pm | Posted in tongkol | Leave a comment

Gw tinggal cukup jauh dari kawasan industri. Jarang sekali menemukan pabrik di daerah tempat tinggal gw, paling-paling pabrik tahu atau penggilingan beras. Penduduk sekitar rumah gw hampir tidak ada yang berprofesi sebagai buruh(labor).

Makanya, selama ini gw kurang aware dengan keberadaan kaum pekerja yang lebih dikenal dengan istilah buruh ini. Padahal, keberadaan mereka sangat berjasa bagi perindustrian. Mereka adalah para ujung tombak ekonomi dan pahlawan industri. Tanpa buruh, gw khawatir sekarang kita main internet sambil telanjang. Tanpa buruh, gw rasa sekarang kita sedang kekurangan bahan pangan. Dan tanpa buruh, mungkin saja ekonomi negara ini masih jauh terbelakang.

Setau gw(sebenarnya sih cuman sok tau aja), dalam ilmu mikroekonomi atau ekonomi internasional, buruh adalah aspek penting yang tidak pernah dilepaskan dari penghitungan biaya produksi dan aplikasi berbagai teori ekonomi. Ambil contoh teori klasik Adam Smith tentang Absolute Advantage atau teori David Ricardo tentang Comparative Advantage. Jumlah produk per jam kerja buruh dijadikan ukuran efektivitas produksi yang diperbandingkan. Sayangnya, walaupun menjadi variabel terpenting dalam kegiatan produksi suatu perusahaan, urusan perburuhan justru bukan jadi prioritas utama melainkan nomer kesekian-kesekian(ini yang gw denger dari para aktivis buruh).

Karena hanya menjadi prioritas nomer kesekian-kesekian itulah, banyak perusahan di Indonesia yang tidak mempedulikan hak-hak buruh semisal keselamatan kerja atau perjanjian kerja yang proporsional. Masih ada perusahaan yang tidak memberikan jamsostek bagi para pekerjanya. Jadi, kalau ada pekerja yang celaka ya celaka saja. Perusahaan tidak akan menanggunya. Lalu sekarang sedang nge-trend sistem kontrak dan outsourcing. Kalau perusahaan tidak membutuhkannya lagi ya tinggal pecat saja. Pesangon diberikan ala kadarnya.

Belum lagi permasalahan jam kerja. Setaun lalu gw pernah liat film dokumentasi yang bercerita tentang suatu pabrik pakaian barat merk terkenal yang mempekerjakan pekerja Indonesia dengan upah sangat murah. Padahal, para perja tersebut musti berdiri dan bekerja selama dua belas jam tanpa henti. Ironisnya, walaupun biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perusahaan sangat murah pakaian bermerk mahal tersebut dijual di Eropa dengan harga ribuan dolar. Yups, itulah kapitalisme.

Dalam upaya merubuhkan kapitalisme dan menerobos kemarjinalan, tak sedikit keringat dan darah yang ditorehkan oleh kaum buruh. Di balik keringat dan darah itu sejarah bercerita, dunia perburuhan telah menjadi tonggak bagi berbagai macam peristiwa penting: Revolusi Prancis dan kelahiran sosialisme, undang-undang kemanusiaan, teori-teori ekonomi baru, hingga pergerakan di seluruh dunia.

Tetaplah semangat para pahlawan industri!!! Menuju globalisasi, mungkin tantangan dunia pekerja mungkin semakin berat. Pohon bernama kapitalisme itu akan semakin kokoh dan bercabang. Alih-alih melarikan diri, mau tidak mau kita musti mampu memanjatnya. Dan kita semua sama-sama berjuang. Tak ada apapun yang bisa menghalangi kita untuk mewujudkan derajat kehidupan yang lebih baik.

Selamat Hari Buruh Internasional.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: