hari mamah

December 22, 2008 by ikankering

Apa yang dilakukan si Pemalas saat libur panjang di akhir tahun? Yap, tidak lain adalah menonton infotainment yang tayang sepanjang hari sambil (sori) mengupil dan minum segelas susu cokelat. hiaaa, indahnya dunia.

Dan berkat infotainment, si Pemalas akhirnya benar-benar tahu bahwa hari ini adalah hari Ibu. Bagaimana tidak? Tak selayaknya infotainment yang biasa penuh dengan berita ‘perceraian’, ‘percintaan’, ‘pertikaian’, dan lalalala….hari ini infotainment penuh dengan kisah mengharukan dimana si anak begitu menyayangi ibunya, memberi kado yang kreatif, serta bagaimana sang bunda begitu mendukung karir anaknya di dunia selebrita. Touching. Negeri ini terasa lebih damai hari ini. Di sela sela infotainment si Pemalas pun masih menyempatkan melihat market review dan heeey sepertinya bursa pasar asia membaik, rupiah menguat, serta GM akan mendapatkan bailout kurang lebih 13M. Selamat.

Sepertinya kita membutuhkan peringatan hari ibu lebih sering.

Yah ok, si Pemalas memang tak ’so swit’ seperti artis di tivi. Alih-alih memberikan kado tas Guess model terbaru(yang pasti aku tak mampu), si pemalas ini malah menghabiskan persediaan makanan, menghambur-hamburkan listrik di rumah, dan sedikit merusak pemandangan karena susah sekali disuruh mandi dan berdandan rapi. Sorry Mah. But anyway, i love you…

selamat hari ibu, mamah

jangan bosan menyuruh si Pemalas mandi, membereskan tempat tidur, dan memasak. Selayaknya jangan bosan pula mendoakan bahwa someday i would become a mother like you.

..efek..

October 22, 2008 by ikankering

Apa yang gw rasa saat liburan panjang di tengah krisis ekonomi global? kurang lebih adalah perasaan tertekan.

Alkisah, semalam, sebelum tidur gw menonton dua film. Satu film kartun, satu film Brad Pitt(ganteng). Jikalau gw harus bermimpi saat tertidur maka seharusnya mimpi itu tidak lebih dari mimpi yang komikal, lucu, atau romantis dengan Brad Pitt sebagai pemeran pria utama. Hanya saja yang terjadi adalah gw bermimpi menjadi pemegang saham yang sangat sibuk(juga stress), gw jual beli saham, aaaah bahkan dalam mimpi yang samar-samar itu masih terngiang teriakan-teriakan gw dan istilah-istilah efek berseliweran : repurchased, treasury stock, dow jones, goreng-goreng!!!

Sesungguhnya di dunia nyata, gw tidak pernah menanamkan uang di saham manapun(juga tidak ada keluarga gw yang bermain saham). Gw bukan bagian dari Bakrie Brothers, atau Lehman Brothers, atau Merril Lynch, atau apapun yang mengharuskan gw bermimpi tentang jual beli efek.

Ok, agak sulit mengenyahkan dow jones, hang seng, nikkei, nasdaq dan teman-temannya dalam dunia bawah sadar gw dengan tayangan info pasar(saham dan uang) yang disiarkan setiap pagi dan sore di stasiun tivi yang satu, siang dan malam di stasiun tivi yang satunya lagi. Belum ditambah dengan berita tiap satu jam sekali dan dialog dialog formal panjang yang mengundang pengamat ekonomi paling pakar(apakah perasaan gw saja, tapi mendadak semua orang menjadi pakar ekonomi).

Bukan berarti sebelum krisis acara-acara tersebut tidak ada. Dulu ada. Hanya saja dalam kondisi yang sekarang mereka menjadi lebih dihayati. Menjadi lebih sering. Menjadi lebih penting(dan lebih punya rating?)

aaaah, betapa sinisnya gw. Semoga malam ini gw mimpi indah.

sebuah nama sebuah cerita : peterpan

October 20, 2008 by ikankering

Salahkan gw yang terlalu sentimentil, melankolis, romantis, atau apapun itu. Yang jelas, setelah menonton acara konser tunggal terakhir peterpan di televisi malam kemarin, sikap sentimentil gw bertambah-tambah. Ok, mungkin konser yang dimaksud sama sekali bukan seperti konser tunggal dimana ia menjadi sangat ekslusif, digelar minimal di tennis indoor senayan dengan tiket sejutaan, dan tidak disiarkan televisi secara live. Konser itu hanya sebuah konser biasa untuk televisi dengan durasi iklan yang lumayan banyak dan tidak lebih dari usaha mayor label untuk lebih mendulang banyak uang dari sebuah band bernama peterpan lewat cerita perpisahan yang (terlalu)didramatisir. Dan hal tersebut mejadi sangat mencolok dengan kehadiran bintang tamu di konser itu yang tiada lain adalah frontman-frontman band yang ada di bawah naungan perusahaan rekaman yang sama. Oh, itulah industri.

Namun, jika salah satu tujuan mereka membuat konser itu adalah untuk mengaduk-ngaduk perasaan atau membawa gw ke masa lalu, mereka berhasil.

Enam atau tujuh tahun lalu gw menonton peterpan secara live untuk pertama kali di kampung halaman gw. Saat itu mereka hanya sebuah band yang single-nya terabung dalam sebuah album kompilasi. Dalam konser enam tujuh tahun lalu itu hanya ada “Mimpi yang Sempurna”(tentu kita tidak akan melupakan “Mimpi yang Sempurna”), selebihnya adalah lagu-lagu band lain. Gw masih ingat, Ariel melepas kausnya dan menyanyikan lagu Incubus. Aaaah, itu masa lalu.

Kemudian dalam hitungan setahun dua tahun, peterpan berhasil mewujudkan mimpi menjadi band yang sempurna. Penjualan album yang fantastis. Konser yang disesaki penggemar. Skandal cinta sang vokalis. Dan kontroversi. Lengkap. Sementara mungkin kita bisa saja muak dengan “Ada Apa Denganmu?” yang terlalu sering diputar, dinyanyikan dalam berbagai versi, dari dangdut hingga campur sari, atau “Bintang di Surga” yang menemani perjalanan di bis-bis atau angkutan kota sampai bosan.

Yap. Ada kalanya mereka memuakan. Walau begitu, sulit untuk memungkiri bahwa peterpan telah mencemari telinga gw selama tujuh tahun belakangan ini. Peterpan menemani perjalanan hidup gw dan hidup siapa saja yang senang menonton tv atau mendengarkan radio. Sama pula dengan sulitnya untuk memungkiri bahwa mungkin saja sekarang ini kita adalah pemain band death metal paling rock atau musisi jazz paling idealis, tapi tujuh tahun lalu saat masih berseragam putih-merah gonjrengan gitar pertama kita adalah susunan kord sederhana lagu “Mimpi yang Sempurna”. Jreeeeng jreeeeeng….

Begitulah.

Yang jelas, setelah nonton konser tunggal peterpan yang konon terakhir itu, gw agak sulit menghapus jejak wajah ariel (yang setelah gw pikir-pikir eh ganteng juga)…

hal-hal baik…

October 19, 2008 by ikankering

mungkin gw terlalu semena-mena, egois, arogan, atau apapun itu lah dengan menyalahkan posisi edar bumi terhadap matahari(yang konon berarti cuaca di bumi lagi panas banget), menyalahkan kecengan yang lebih memilih pacarnya daripada gw, menyalahkan teman yang terlalalu sensitif, menyalahkan hari-hari yang agak sedikit hmmm tidak baik dan menyalahkan segalanya kecuali diri sendiri. hingga pada akhirnya gw menyadari mungkin sesungguhnya letak kesalahan ada pada gw(dan bukannya hal ataupun orang lain).  ini hanya tentang bagaimana gw harus memandang sesuatu.

dan andaikata gw tidak bisa meralat keluhan-keluhan gw di hari-hari lalu, setidaknya di masa kini gw mengetahui betul kedatangan hal-hal baik.

.selamat datang hal-hal baik.

Kemarin gw bangun lebih awal(yang berarti juga mandi lebih awal). Sedikit berbenah rumah. Memasak banyak-banyak. Beberapa teman akan datang berkunjung atau lebih tepatnya menghabiskan persedian makanan dan berbuat sedikit kerusakan–kerusakan yang menyenangkan dengan diiringi obrolan sarkastis dan maki-makian khas remaja(aaaah, kita sama sekali sudah bukan remaja). Lalu menjelang sore kita semua keluar rumah, menyerbu pemandian air panas, melakukan sedikit huru hara, memenuhi memory kamera digital, melakukan aksi pamer dada(khusus para pria), dan makan malam di rumah makan sisi sawah.

Menyenangkan.

Itulah kesenangan yang tidak bisa diganti dengan seamplop duit(kecuali emang amplopnya jadi tebel bangeet).

Dan gw jadi teringat kata kata di Mc Culland di film into the wild yang bunyinya kira kira begini: “Kebahagian itu baru berarti jika dibagi dengan orang-orang yang kita sayangi”. Tentu saja benar, karena sangat tidak menyenangkan jika kamu pergi ke pemandian air panas sendiri, berfoto2 sendiri, makan malam sendiri, dan memaki-maki diri sendiri.

Kita perlu orang lain untuk berbagi bahagia dan derita.

Ternyata hal-hal baik tidak berhenti hingga disitu saja. Saat gw pulang, ada sebuah pesan singkat yang belum terbaca, “Maafin y atas yang kemarin2″, dari si cowok ganteng yang tidak jelas sebab musababnya memusuhi gw selama beberapa hari ke belakang. akhirnya…berakhir baik.

.hal-hal baik.

semoga hal-hal baik terus berlanjut, di kantor presiden, di pasar modal, di pembuangan akhir, di sekolah reyot, di kolong jembatan, di terminal, di rel kereta api, di kutub, di negeri konflik, di ethiopia, di rumah saya, di rumah kamu, dan di mana-mana…

bad day(ssss)

October 17, 2008 by ikankering

akhir-akhir ini cuaca panas banget. Konon, menurut temen gw yang iseng ngeSms informasi penting gak penting pakai pulsa gratisan(itu lho yang berlaku cuman sampai jam 12siang), matahari lagi dekat-dekatnya dengan bumi. Sementara itu, bulan september-oktober ini adalah bulan peralihan ke musim hujan(iya gak sih?). Hujan mulai turun beberapa kali. Bisa dibilang hampir tiap hari mendung menggelayut di langit. Jadinya, cuaca panas, awan mendung, langit gelap, udara gerah…, komplit dah!

dan bukan hanya itu…

gw terjebak di rumah. liburan masih beberapa hari lagi hingga gw kembali ke rutinitas yang menyebalkan (tapi bikin kangen). Bagi orang yang tidak kreatif dan tidak produktif seperti gw, masa-masa seperti ini berarti bangun siang, baca komik, bermain game, dan melamun banyak-banyak. Melamun banyak-banyak berarti menjadi melankolis dan sentimentil. Menjadi melankolis dan sentimentil berarti teringat bahwa gw baru saja tahu kalau kecengan gw sudah berpacar(ok, let say ‘jadian’) dan menyadari bahwa gw sedang dimusuhi seorang teman cowok yang ganteng yang tidak menyapa selama beberapa hari dan meleos pergi saat gw meminta maaf.

lengkap.

sudah.

tak ada yang lebih menghibur untuk sementara ini selain memandangi layar komputer yang tersambung ke internet lama-lama, memastikan bahwa gw sudah (akan) melupakan si kecengan itu, menulis beberapa blog, membaca isu-isu tentang kekurangan pangan di dunia, melihat IHSG hari ini, menjawab beberapa pertanyaan di sebuah situs(untuk tiap pertanyaan yang benar berarti 20grains beras disumbangkan ke anak yang kelaparan, coba buka deh!), mencari foto jonathan mulia, mencari lirik lagu, dan membalas testimonial teman friendster.

lalu sambil tak lupa sedikit bernyanyi penggalan lagu rem yang sudah lama gak gw dengar : “it’s been a bad day, please don’t take a picture, it’s a bad day, please….”

hari pangan se-dunia

October 16, 2008 by ikankering

Gw baru tahu menjelang malam kalau hari ini adalah hari pangan se-dunia. Gw hanya tahu kalau beberapa hari ini adalah hari cuci tangan se-dunia(iklan sabun you know what). Gw kurang ngerti tentang apa itu hari pangan sedunia, yang jelas kalau yang gw tangkep(ikaaan kali ditangkep??hehe), hari pangan sedunia ini menitikberatkan pada permasalahan pertanian.

.petani.

Nenek kakek gw adalah seorang petani, benar-benar petani dalam artian turun ke sawah untuk menanam padi dan memotongnya sendiri. Dengan demikian, dalam darah gw mengalir darah petani, darah yang sama yang juga mengalir di puluhan juta penduduk negeri ini, darah petani, kaum agraris. Namun, tinggal di kota yang mana sawah adalah tempat asing, membuat gw terkadang lupa asal-usul ini, sama lupanya kepada asal sepiring nasi yang tersaji saat gw makan siang di warung tegal. Sepiring nasi gw adalah bibit yang dibeli petani dengan susah payah. Sepiring nasi gw adalah tanaman padi yang memakan pupuk nan mahal. Sepiring nasi gw adalah yang bertahan melawan peluasan lahan industri. Sepiring nasi gw kesulitan mendapat air. Sepiring nasi gw sebelum panen dijual murah ke tengkulak. Sepiring nasi gw lebih murah daripada beras impor. Itulah sepiring nasi gw.

Dan hari pangan se-dunia ini mengingatkan gw kembali tentang banyak hal. Aaaah….baru ingat kembali kalau jutaan bayi kelaparan. Jutaan bayi kurang gizi. Jangan jauh-jauh, jangan-jangan tetangga sebelah rumah gw belum makan. Ah, jadi ingat kemarin gw membuang nasi. Ah, gw lupa kalau gw sudah lama tidak maen ke sawah. Ah, siapa yang nanti bakal jadi petani? aaaaah……

pizza

October 16, 2008 by ikankering

Seminggu yang lalu gw diajak makan pizza bareng oleh sepasang kekasih. Pergilah gw dengan sepasang kekasih berkomposisi unik itu, yang mana cowonya gendut dan ceweknya langsing semampai, ke sebuah restoran waralaba yang menjual pizza, you know what lah yaaa. Kami memilih sebuah tempat duduk di samping jendela, dimana kamu bisa melihat barisan motor delivery service ataupun para wanita setengah baya yang menenteng kantong belanjaan. Pelayan wanita dengan dandanan menor dan nada suara (sok) ramah menaruh dua buah daftar menu di atas meja lalu berlalu pergi. Kami pun memilih-milih(yang sebenarnya tidak perlu karena dari awal kita telah menetapkan untuk membeli paket paling hemat yang bahkan tidak ditulis di daftar menu yang ada di depan kami).

Di atas meja, selain dua botol saus, tiga buah piring(plus sendok garpu), dan dua buah daftar menu, tersimpan juga satu buah kertas lux yang dilipat menjadi prisma, seperti kalender, dengan foto seorang anak kecil, katakanlah balita, yang lusuh dan terlihat…hmm lapar. Alih-alih membaca daftar menu, perhatian kita teralihkan ke foto balita itu. Di bawah foto itu ada tulisan(kira-kira seperti ini): “2000 rupiah per hari akan menyelamatkan tiap balita dari bahaya kelaparan”. Kita cukup tersentuh. Kenapa? karena dua ribu sama sekali tidak seberapa dengan berapa rupiah yang kita habiskan per harinya, untuk makan, jajan, jalan-jalan, foya-foya, dan istilah-istilah yang kurang lebih sama. Sementara jutaan bayi di negeri ini terancam mati kelaparan atau kurang gizi hanya karena tidak memiliki dua ribu rupiah tiap harinya.

Ironi.

Lalu datanglah pesanan kami, paket berempat yang terdiri dari empat pan kecil pizza, satu piring roti kering(brucchetta atau apalah itu), dan empat gelas soda cola. Ironi. Jutaan bayi kelaparan dan kami bertiga membeli paket makan untuk berempat. Salahkanlah manager restoran itu yang tidak membuat paket bertiga, seakan-akan membuat paket bertiga merugikan atau apa. Yang jelas, bagi gw saat itu empat pan(atau enam belas potong pizza) sudah lebih dari akan sangat mengenyangkan. Dan benar saja, setelah tiap orang memakan empat potong pizza(yang berarti masih ada tersisa empat potong lagi) mata gw berkunang-kunang tidak sanggup meneruskan makan. Namun, setiap kali kami tergoda untuk menyisakan makanan dan beranjak pergi, foto si bayi di atas meja menahan kami. Jutaan bayi kelaparan di luar sana sehingga bukanlah sesuatu yang pantas bagi kita yang berkecukupan untuk menyisakan makanan. Alhasil, dengan semangat yang masih tersisa gw mengunyah potongan pizza terakhir.

Malamnya, gw diare karena terlalu banyak makan pizza.

oh baby, please(don’t) stop pay attention to cinta laura

September 5, 2008 by ikankering

Kadang-kadang gw setuju kalau ternyata orang Indonesia itu kreatif. Buktinya, di facebook gw pernah liat beberapa group dengan nama yang cukup kreatif dan bikin gw senyum-senyum sendiri, dia antaranya: kita suka membuat orang sebel dengan berbicara seperti cinta laura, Aku cinta Cinta Laura, dan Save Our Nation! Please Let’s Stop Paying Attention to Cinta Laura Kiehl. Diantara semuanya, gw paling suka nama group yang terakhir, Save our Nation! Please let’s stop paying attention to cinta laura kiehl. Wakakaka, yang namanya orang semakin dilarang semakin penasaran. Semakin dilarang membahas, justru semakin pengen ngebahas, apalagi sekarang wajah bule si Cinta itu semakin sering nongol di televisi sambil nyanyi-nyanyi nari-nari… uh, gw jadi pengen ngomongin dia(padahal lagi bulan puasa). Dan gw pastikan, pembahasan tentang cinta laura ini bukanlah yang terakhir.

Siapa Cinta Laura? Cinta Laura lahir(lewat operasi caesar soalnya sungsang) di Quakenbrück Jerman pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai anak tunggal dari pasangan Michael Kiehl dan Herdiana, S.H. Ooo, ternyata Michael Kiehl ini general manager hotel berbintang internasional yang kerjanya pindah-pindah. Entah sejak tahun berapa keluarga Kiehl ini pindah ke Indonesia. Yang jelas, tahun 2005 Cinta memulai debut karir di dunia hiburan sebagai top model dilanjutkan dengan sebuah sinetron yang berjudul Cinderella. Di sinetron ini cinta laura mulai dikenal, bukan karena aktingnya, tapi gaya ngomongnya yang kebarat-baratan. Anehnya, setelah sekian lama, bukannya sembuh, ngomong ala bule-nya cinta laura ini malah makin parah, kronis abiiiis…

Akibatnya, sebagian orang sebel denger dia ngomong, sebagian lagi geli, sebagian lagi ya biasa ajaaa… Tapi, infotainment ngeBlow-up semua berita tentang Cinta. Masyarakat pun keracunan, walo sebel-sebel tetap aja keinget-inget.

Kemudian kalimat “Huujan, bechuek, guak ada ojhueek” jadi jargon yang khas melekat ke cinta laura, padahal konon cinta gak pernah tuh mengeluarkan statement seperti itu. Eksesnya, dimana-mana orang mengulang kata-kata itu, dijadikan bahan lawakan, awalnya sih untuk menghina(urusan hina menghina orang indonesia jagonya), lama-lama jadi bagian dari khazanah bahasa pergaulan masyarakat dan bahkan komoditas bisnis. Yang untung siapa? tentu aja cinta laura, doi makin terkenal dan makin kaya raya.

Yang paling hot, sekarang Cinta jadi penyanyi. Dua singlenya udah wara-wiri tuh di televisi. Yang satu jugulnya ‘You Say Akyu’ yang jadi soundtrack sinetron, yang satu lagi ‘Oh Baby’ yang jadi soundtrack filmnya. Temen gw bilang, di lagu ‘Oh Baby’, daripada suara asli Cinta yang keluar lebih banyak sound-effectnya, tapi toh lagunya cinta itu banyak yang demen… buktinya di acara-acara chart musik yang tiap pagi itu banyak yang request lagu cinta laura. aneh, tapi nyata.

Itulah yang membedakan cinta laura dengan kebanyakan orang Indonesia. Dihina, dicaci, pedenya tetap selangit…doi benar-benar menerapkan peribahasa, anjing menggonggong khalifah tetap berlalu. Mungkin darah Jerman yang membuat karakter dia seperti itu. Cinta punya ambisi…dan selama dia merasa tidak ada yang salah dengan ambisinya kenapa harus berhenti, apalagi hanya karena hinaan orang. Bukannya menyama-nyamakan cinta dengan hitler(karena emang jauuuuh banget), tapi kita mesti ingat, dulu Hitler juga dikenal sebagai orang yang sangat berambisi sekaligus menuai banyak kontroversi(seperti Cinta). Apa yang terjadi? Hitler sukses menjadi pemimpin yang terus dikenal dan dikenang seluruh dunia sepanjang masa.

Ok, Cinta laura mungkin tidak akan dikenal dan dikenang dunia sepanjang masa, tetapi ia bisa dipastikan jadi orang sukses. Otak Cinta pintar(akyu selalalyu dapet nilay bagussy di sekowlahkyu), modalnya banyak, cantik(gw baru sadar akhir-akhir ini), jaringan sosialnya luas, dan ambisinya besar. Jadi, sejauh ini (mungkin) tidak ada yang salah dengan Cinta Laura.

gelonggongan…

September 4, 2008 by ikankering

Jadi vegetarian itu pilihan hidup yang baik. Serius. Di tengah harga protein hewani(alias daging) yang muaakiin mahal belakangan ini(apalagi menjelang hari raya), vegetarian tidak perlu pusing-pusing. Sayur segar plus tempe tahu saja sudah cukup. Sehat pula! Walau begitu, hingga detik ini gw masih memilih jalan hidup sebagai karnivora(sekaligus herbivora). Bagi gw, protein hewani masih dibutuhkan tubuh ini untuk menambah berat badan(biar gak terbang kalo angin lagi kenceng) dan demi pergaulan (yaaa kadang-kadang kalau ada yang ulang taun gw diajak ke kfc, warung steak, atau McD).

Masalahnya, apa jadinya kalau daging yang kita makan adalah daging gelonggongan? Daging gelonggongan adalah daging hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu disuntik dengan air yang buaaanyak supaya berat daging bertambah dari yang sewajarnya. Menurut pakar kesehatan, makan daging gelonggongan tidak baik buat kesehatan. Daging gelonggongan banyak mengandung mikroba(jelas, wong direndem aer) plus dagingnya juga kemungkinan mengandung hormon adrenalin yang dihasilkan si hewan saat sekarat. Ok, murah sih murah….tapi berbahaya. Kalau sudah begini, dipikir-pikir vegetarian memang pilihan hidup yang baik.

Nah, selain merugikan manusia, proses ‘membuat’ daging glondongan menurut gw juga sangat tidak-tidak-tidak berperikehewanan sama sekali. Kalau yang gw lihat di tv tadi sore, seekor sapi yang akan disembelih diikat keempat kakinya, dipaksa meminum air dari sebuah selang yang dimasukan ke dalam mulutnya. Selang air itu dimasukan hingga lima sampai enam jam(hello, enam jam!!). Bayangkan, sapi dipaksa minum air hingga tubuhnya bengkak menggelambir sekarat kebanyakan minum terus baru disembelih. Gw jadi inget organisasi lingkungan hidup greenpeace atau wwf, selain mengurusi paus, koala, panda, atau hutan lindung mereka concern juga gak sama masalah hewan ternak? Kalau concern juga, apa kasus daging glondongan sebaiknya laporin aja ke mereka biar hewan-hewan ternak itu juga terjaga hak-hak asasinya. Habisnya, kalo ingat tayangan tv pas sapinya diminumin air, wah gw ikut sakit hati.

Intinya, dalam memilih konsumsi hewan ternak mungkin kita musti lebih selektif lagi. Jangan mentang-mentang omnivora, semuanya diembat. Daging boleh mahal, harga diri kita pun harus ikut jual mahal, pastikan hanya mau makan makanan yang layak, sehat, dan halal…. bukannya daging korban pelanggaran hak asasi hewan,

bajak saja ampe empeeeeet

September 4, 2008 by ikankering

Beberapa musisi, katakanlah yang tidak terikat mayor label apa pun, yang idealis, yang tidak menggantungkan hidupnya dari musik, yang udah kaya dari sononyah, dan yang udah terlalu lelah dengan industri memilih untuk memasarkan karyanya secara gratis. Karya mereka bisa diperoleh di konser-konser mereka atau didownload bebas dan legal di internet. Inilah sebuah metode bermusik dan mengekspresikan diri dengan eksist tanpa harus terikat pasar. Mengapa? Sebab pasar industri musik kini terlalu carut marut, salah satunya adalah akibat ulah orang-orang seperti gw yang hobi membeli mp3 bajakan dan mendownload lagu di internet secara ilegal.

Mana yang lebih mudah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw kurang tahu. Yang jelas, karena keterbatasan akses terhadap koneksi internet yang cepat, gw lebih sering berburu lagu di tukang cd bajakan. Khusus beberapa lagu yang sulit dicari, barulah gw download di internet. Bisa dibilang ngga ada yang ngga ada di internet. Mau download sekalian dengan videoklipnya? tinggal buka youtube aja kaaaan. Inilah masa kini. Era kemudahan. Jika kita mempersulit diri bisa-bisa ketinggalan ketinggalan zaman.

Mana yang lebih murah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw juga kurang tahu. Tapi, mari kita hitung-hitung. Ambil contoh, untuk satu keping CD berisi dua ratus lagu biasanya dikenakan harga antara 5.000—10.000 rupiah. Sementara, untuk satu lagu berukuran 4 mega biasanya membutuhkan waktu download sekitar dua sampai lima menit (kecepatan internet standar). Jika berinternet di warnet dengan tarif 3000/jam, proses mendownload 200 lagu akan menghabiskan waktu sekitar 6 jam, artinya menghabiskan Rp 30.000,00. Jika berinternet di rumah menggunakan ADSL, katakanlah speedy dengan tarif personal, satu lagu mungkin menghabiskan sekitar Rp 200,00 yang berarti dua ratus lagu sama dengan Rp 40.000, sedangkan speedy dengan tarif time based bisa menghabiskan sekitar 4000/jam atau Rp 36.000 tiap 200 lagu. (ini hitung-hitungan sotoy, jangan dipercaya!! gw gak tau tarif speedy hehehe). Lain halnya jika kita berinternetan secara gratis(numpang orang, nebeng wi-fi di restoran, ngehack, dll), mendownload ratusan lagu sampai enek juga gratis.

Mana yang lebih merugikan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Hmm, jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi(waaa sotoy lagiiii) dan tentunya sudut pandang gw(tuu kan terbukti gw emang sotoy), dua-duanya jelas merugikan. Siapa saja yang dirugikan?

  1. musisinya. Udah susah-susah latihan, udah susah-susah rekaman, udah keluar modal besar, udah ngarep banget jadi kaya raya, eh lagunya dikonsumsi orang dengan cuma-cuma lewat jalur ilegal.
  2. pemerintah. Ngga ada istilahnya kan PPn untuk barang bajakan…itu artinya pemerintah kehilangan pendapatan pajak yang sangat signifikan kalau masyarakatnya membeli barang bajakan, bukannya barang orosinal yang merupakan barang kena pajak.
  3. masyarakat. Barang bajakan(mau film, musik, alat elektronik, buku) adalah barang kualitas rendah yang menunjukan selera masyarakatnya….sedih kan kalau dicap orang berselera rendahan??
  4. industri musik. Jangan heran nanti musisi-musisi jenius malas buat lagu lagi, soalnya lagu mereka ngga dihargai sama negeri sendiri. Yang bakal membanjiri industri musik adalah para amatiran yang boro-boro idealis, main musik aja ngga bisa.

Mana yang lebih dosa, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Entahlaaah. Kalau gw, lebih merasa berdosa kalau beli bajakan. Kesan yang ditimbulkan oleh orang banyak juga begitu. Artis-artis bilang: “Jangan beli kaset bajakan yaaa”, bukannya bilang : “Jangan download lagu di internet yaaaa” Padahal, gw pikir-pikir yaa sama aja.

Mana yang lebih bisa dimaafkan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Kok dimaafkan? Yaaaa, memang…mau gak mau tetap ada sisi yang bisa dimaapkan dari pembajakan. Beberapa musisi malah rela dibajak, alasannya adalah ajang promosi gratis. Toh sekarang ada ring back tone, sumber penghasilan baru mereka. Pernah juga gw liat kalimat yang ditulis oleh seorang yang ngeshare lagu di internet: “Kalau kalian suka lagunya jangan lupa beli cd aslinya ya. Jangan dukung pembajakan” Yups, benar juga, share lagu di internet adalah ajang promosi yang baru dan segar. Terus, kadang-kadang gw merasa pembajakan telah berhasil membuka lapangan kerja baru, pengangguran pun berkurang, soalnya mereka telah punya profesi baru sebagai pembajak dan tukang kaset bajakan. Ekonomi mikro, dalam lingkup kecil dan jangka pendek, sebenarnya diuntungkan oleh aktivitas pembajakan.

Nah, sekarang masih mau ngebajak lagu??

gw iyah