
Kadang-kadang gw setuju kalau ternyata orang Indonesia itu kreatif. Buktinya, di facebook gw pernah liat beberapa group dengan nama yang cukup kreatif dan bikin gw senyum-senyum sendiri, dia antaranya: kita suka membuat orang sebel dengan berbicara seperti cinta laura, Aku cinta Cinta Laura, dan Save Our Nation! Please Let’s Stop Paying Attention to Cinta Laura Kiehl. Diantara semuanya, gw paling suka nama group yang terakhir, Save our Nation! Please let’s stop paying attention to cinta laura kiehl. Wakakaka, yang namanya orang semakin dilarang semakin penasaran. Semakin dilarang membahas, justru semakin pengen ngebahas, apalagi sekarang wajah bule si Cinta itu semakin sering nongol di televisi sambil nyanyi-nyanyi nari-nari… uh, gw jadi pengen ngomongin dia(padahal lagi bulan puasa). Dan gw pastikan, pembahasan tentang cinta laura ini bukanlah yang terakhir.
Siapa Cinta Laura? Cinta Laura lahir(lewat operasi caesar soalnya sungsang) di Quakenbrück Jerman pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai anak tunggal dari pasangan Michael Kiehl dan Herdiana, S.H. Ooo, ternyata Michael Kiehl ini general manager hotel berbintang internasional yang kerjanya pindah-pindah. Entah sejak tahun berapa keluarga Kiehl ini pindah ke Indonesia. Yang jelas, tahun 2005 Cinta memulai debut karir di dunia hiburan sebagai top model dilanjutkan dengan sebuah sinetron yang berjudul Cinderella. Di sinetron ini cinta laura mulai dikenal, bukan karena aktingnya, tapi gaya ngomongnya yang kebarat-baratan. Anehnya, setelah sekian lama, bukannya sembuh, ngomong ala bule-nya cinta laura ini malah makin parah, kronis abiiiis…
Akibatnya, sebagian orang sebel denger dia ngomong, sebagian lagi geli, sebagian lagi ya biasa ajaaa… Tapi, infotainment ngeBlow-up semua berita tentang Cinta. Masyarakat pun keracunan, walo sebel-sebel tetap aja keinget-inget.
Kemudian kalimat “Huujan, bechuek, guak ada ojhueek” jadi jargon yang khas melekat ke cinta laura, padahal konon cinta gak pernah tuh mengeluarkan statement seperti itu. Eksesnya, dimana-mana orang mengulang kata-kata itu, dijadikan bahan lawakan, awalnya sih untuk menghina(urusan hina menghina orang indonesia jagonya), lama-lama jadi bagian dari khazanah bahasa pergaulan masyarakat dan bahkan komoditas bisnis. Yang untung siapa? tentu aja cinta laura, doi makin terkenal dan makin kaya raya.
Yang paling hot, sekarang Cinta jadi penyanyi. Dua singlenya udah wara-wiri tuh di televisi. Yang satu jugulnya ‘You Say Akyu’ yang jadi soundtrack sinetron, yang satu lagi ‘Oh Baby’ yang jadi soundtrack filmnya. Temen gw bilang, di lagu ‘Oh Baby’, daripada suara asli Cinta yang keluar lebih banyak sound-effectnya, tapi toh lagunya cinta itu banyak yang demen… buktinya di acara-acara chart musik yang tiap pagi itu banyak yang request lagu cinta laura. aneh, tapi nyata.
Itulah yang membedakan cinta laura dengan kebanyakan orang Indonesia. Dihina, dicaci, pedenya tetap selangit…doi benar-benar menerapkan peribahasa, anjing menggonggong khalifah tetap berlalu. Mungkin darah Jerman yang membuat karakter dia seperti itu. Cinta punya ambisi…dan selama dia merasa tidak ada yang salah dengan ambisinya kenapa harus berhenti, apalagi hanya karena hinaan orang. Bukannya menyama-nyamakan cinta dengan hitler(karena emang jauuuuh banget), tapi kita mesti ingat, dulu Hitler juga dikenal sebagai orang yang sangat berambisi sekaligus menuai banyak kontroversi(seperti Cinta). Apa yang terjadi? Hitler sukses menjadi pemimpin yang terus dikenal dan dikenang seluruh dunia sepanjang masa.
Ok, Cinta laura mungkin tidak akan dikenal dan dikenang dunia sepanjang masa, tetapi ia bisa dipastikan jadi orang sukses. Otak Cinta pintar(akyu selalalyu dapet nilay bagussy di sekowlahkyu), modalnya banyak, cantik(gw baru sadar akhir-akhir ini), jaringan sosialnya luas, dan ambisinya besar. Jadi, sejauh ini (mungkin) tidak ada yang salah dengan Cinta Laura.