Archive for the ‘jambal’ Category

sifat khas…

January 24, 2009

Beberapa sifat khas sebagian besar Manusia Indonesia :

Ramah

Sungguh, ini bukan karena sempel manusia Indonesia yang ramah adalah diri gw sendiri :) (serius, I think I’m friendly enough, hahaha). In fact, selama beratus tahun kita dikenal sebagai bangsa yang ramah. Keramahan inilah konon yang disalahgunakan bangsa penjajah tempo dulu untuk menjajah kita. Namun, gak ada bukti empirisnya kan kalo kita jadi bangsa yang jutek kita gak bakal dijajah? So, maybe being friendly is right choice ever after.

Sungkan

Sungkan itu sifat turunan ramah, tapi lebih sering bikin susah. Udah mendarah daging di kebanyakan manusia Indonesia. Dari zaman lisung alu sampe zaman digital ini, banyak di antara kita yang masih suka sungkan: sungkan nolak duit hasil korupsi, sungkan nolak ajakan teman untuk kolusi, atau sungkan ngelaporin kejahatan bos sendiri.

Memiliki ikatan kekerabatan yang tinggi

Kalau orang Indonessia bertamu ke rumah suami dari adik ipar anak perempuan sepupu kakeknya yang sekarang jadi pejabat di ibukota, pas ditanya satpam:”Anda siapa?” pasti ia jawab: ”Saudaranya”. Atau saat tetangga kakak ipar adik tiri kita jadi artis muncul di tivi kita bilang:”Itu masih saudaraku lho!”. Jelas ini disebabkan adanya ikatan kekerabatan yang tinggi. Tapi anehnya, kalau ada anak adik ibu kita masuk penjara ketika ditanya tetangga:”Itu sepupumu kan?” biasanya kita pura-pura gak dengar.

Memiliki ikatan batin yang kuat dengan masa lalu.

“Dulu aku ini pas jadi kepala kantor di Manado bla bla bla blaaaaa……”
”Dulu waktu gw kuliah di Amerika gw begini lho la la lalaalaalaaaa….”

“Kamu tahu kan dulu bapakmu bekas napi….”

”Kakek lo tuh dulu PKI makanya lo tidak bisa begini begitu …”

“Dulu aku mencintainya ya ya ya yaaaa”

Romantisme tinggi

Barrack Obama hanya tinggal lima tahun di Indonesia. Tak ada darah Indonesia mengalir dalam dirinya. Tapi karena romantismelah seakan ada ikatan batin kuat di antara Indonesia dengan Obama, apalagi dulu yang pernah dekat atau sekadar kenal…tiba-tiba mereka muncul di televisi bercerita itu ini seakan-akan sahabat atau kerabat yang paling mengerti. Sangat Romantis.

Tidak terlalu serius

Karena tidak terlalu serius, janganlah menganggap tulisan gw secara serius. It’s just for fun. Tapi, kalo bisa jadi sedikit bahan instrospeksi, ya syukurlah… hehe :)

bad day(ssss)

October 17, 2008

akhir-akhir ini cuaca panas banget. Konon, menurut temen gw yang iseng ngeSms informasi penting gak penting pakai pulsa gratisan(itu lho yang berlaku cuman sampai jam 12siang), matahari lagi dekat-dekatnya dengan bumi. Sementara itu, bulan september-oktober ini adalah bulan peralihan ke musim hujan(iya gak sih?). Hujan mulai turun beberapa kali. Bisa dibilang hampir tiap hari mendung menggelayut di langit. Jadinya, cuaca panas, awan mendung, langit gelap, udara gerah…, komplit dah!

dan bukan hanya itu…

gw terjebak di rumah. liburan masih beberapa hari lagi hingga gw kembali ke rutinitas yang menyebalkan (tapi bikin kangen). Bagi orang yang tidak kreatif dan tidak produktif seperti gw, masa-masa seperti ini berarti bangun siang, baca komik, bermain game, dan melamun banyak-banyak. Melamun banyak-banyak berarti menjadi melankolis dan sentimentil. Menjadi melankolis dan sentimentil berarti teringat bahwa gw baru saja tahu kalau kecengan gw sudah berpacar(ok, let say ‘jadian’) dan menyadari bahwa gw sedang dimusuhi seorang teman cowok yang ganteng yang tidak menyapa selama beberapa hari dan meleos pergi saat gw meminta maaf.

lengkap.

sudah.

tak ada yang lebih menghibur untuk sementara ini selain memandangi layar komputer yang tersambung ke internet lama-lama, memastikan bahwa gw sudah (akan) melupakan si kecengan itu, menulis beberapa blog, membaca isu-isu tentang kekurangan pangan di dunia, melihat IHSG hari ini, menjawab beberapa pertanyaan di sebuah situs(untuk tiap pertanyaan yang benar berarti 20grains beras disumbangkan ke anak yang kelaparan, coba buka deh!), mencari foto jonathan mulia, mencari lirik lagu, dan membalas testimonial teman friendster.

lalu sambil tak lupa sedikit bernyanyi penggalan lagu rem yang sudah lama gak gw dengar : “it’s been a bad day, please don’t take a picture, it’s a bad day, please….”

hari pangan se-dunia

October 16, 2008

Gw baru tahu menjelang malam kalau hari ini adalah hari pangan se-dunia. Gw hanya tahu kalau beberapa hari ini adalah hari cuci tangan se-dunia(iklan sabun you know what). Gw kurang ngerti tentang apa itu hari pangan sedunia, yang jelas kalau yang gw tangkep(ikaaan kali ditangkep??hehe), hari pangan sedunia ini menitikberatkan pada permasalahan pertanian.

.petani.

Nenek kakek gw adalah seorang petani, benar-benar petani dalam artian turun ke sawah untuk menanam padi dan memotongnya sendiri. Dengan demikian, dalam darah gw mengalir darah petani, darah yang sama yang juga mengalir di puluhan juta penduduk negeri ini, darah petani, kaum agraris. Namun, tinggal di kota yang mana sawah adalah tempat asing, membuat gw terkadang lupa asal-usul ini, sama lupanya kepada asal sepiring nasi yang tersaji saat gw makan siang di warung tegal. Sepiring nasi gw adalah bibit yang dibeli petani dengan susah payah. Sepiring nasi gw adalah tanaman padi yang memakan pupuk nan mahal. Sepiring nasi gw adalah yang bertahan melawan peluasan lahan industri. Sepiring nasi gw kesulitan mendapat air. Sepiring nasi gw sebelum panen dijual murah ke tengkulak. Sepiring nasi gw lebih murah daripada beras impor. Itulah sepiring nasi gw.

Dan hari pangan se-dunia ini mengingatkan gw kembali tentang banyak hal. Aaaah….baru ingat kembali kalau jutaan bayi kelaparan. Jutaan bayi kurang gizi. Jangan jauh-jauh, jangan-jangan tetangga sebelah rumah gw belum makan. Ah, jadi ingat kemarin gw membuang nasi. Ah, gw lupa kalau gw sudah lama tidak maen ke sawah. Ah, siapa yang nanti bakal jadi petani? aaaaah……

oh baby, please(don’t) stop pay attention to cinta laura

September 5, 2008

Kadang-kadang gw setuju kalau ternyata orang Indonesia itu kreatif. Buktinya, di facebook gw pernah liat beberapa group dengan nama yang cukup kreatif dan bikin gw senyum-senyum sendiri, dia antaranya: kita suka membuat orang sebel dengan berbicara seperti cinta laura, Aku cinta Cinta Laura, dan Save Our Nation! Please Let’s Stop Paying Attention to Cinta Laura Kiehl. Diantara semuanya, gw paling suka nama group yang terakhir, Save our Nation! Please let’s stop paying attention to cinta laura kiehl. Wakakaka, yang namanya orang semakin dilarang semakin penasaran. Semakin dilarang membahas, justru semakin pengen ngebahas, apalagi sekarang wajah bule si Cinta itu semakin sering nongol di televisi sambil nyanyi-nyanyi nari-nari… uh, gw jadi pengen ngomongin dia(padahal lagi bulan puasa). Dan gw pastikan, pembahasan tentang cinta laura ini bukanlah yang terakhir.

Siapa Cinta Laura? Cinta Laura lahir(lewat operasi caesar soalnya sungsang) di Quakenbrück Jerman pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai anak tunggal dari pasangan Michael Kiehl dan Herdiana, S.H. Ooo, ternyata Michael Kiehl ini general manager hotel berbintang internasional yang kerjanya pindah-pindah. Entah sejak tahun berapa keluarga Kiehl ini pindah ke Indonesia. Yang jelas, tahun 2005 Cinta memulai debut karir di dunia hiburan sebagai top model dilanjutkan dengan sebuah sinetron yang berjudul Cinderella. Di sinetron ini cinta laura mulai dikenal, bukan karena aktingnya, tapi gaya ngomongnya yang kebarat-baratan. Anehnya, setelah sekian lama, bukannya sembuh, ngomong ala bule-nya cinta laura ini malah makin parah, kronis abiiiis…

Akibatnya, sebagian orang sebel denger dia ngomong, sebagian lagi geli, sebagian lagi ya biasa ajaaa… Tapi, infotainment ngeBlow-up semua berita tentang Cinta. Masyarakat pun keracunan, walo sebel-sebel tetap aja keinget-inget.

Kemudian kalimat “Huujan, bechuek, guak ada ojhueek” jadi jargon yang khas melekat ke cinta laura, padahal konon cinta gak pernah tuh mengeluarkan statement seperti itu. Eksesnya, dimana-mana orang mengulang kata-kata itu, dijadikan bahan lawakan, awalnya sih untuk menghina(urusan hina menghina orang indonesia jagonya), lama-lama jadi bagian dari khazanah bahasa pergaulan masyarakat dan bahkan komoditas bisnis. Yang untung siapa? tentu aja cinta laura, doi makin terkenal dan makin kaya raya.

Yang paling hot, sekarang Cinta jadi penyanyi. Dua singlenya udah wara-wiri tuh di televisi. Yang satu jugulnya ‘You Say Akyu’ yang jadi soundtrack sinetron, yang satu lagi ‘Oh Baby’ yang jadi soundtrack filmnya. Temen gw bilang, di lagu ‘Oh Baby’, daripada suara asli Cinta yang keluar lebih banyak sound-effectnya, tapi toh lagunya cinta itu banyak yang demen… buktinya di acara-acara chart musik yang tiap pagi itu banyak yang request lagu cinta laura. aneh, tapi nyata.

Itulah yang membedakan cinta laura dengan kebanyakan orang Indonesia. Dihina, dicaci, pedenya tetap selangit…doi benar-benar menerapkan peribahasa, anjing menggonggong khalifah tetap berlalu. Mungkin darah Jerman yang membuat karakter dia seperti itu. Cinta punya ambisi…dan selama dia merasa tidak ada yang salah dengan ambisinya kenapa harus berhenti, apalagi hanya karena hinaan orang. Bukannya menyama-nyamakan cinta dengan hitler(karena emang jauuuuh banget), tapi kita mesti ingat, dulu Hitler juga dikenal sebagai orang yang sangat berambisi sekaligus menuai banyak kontroversi(seperti Cinta). Apa yang terjadi? Hitler sukses menjadi pemimpin yang terus dikenal dan dikenang seluruh dunia sepanjang masa.

Ok, Cinta laura mungkin tidak akan dikenal dan dikenang dunia sepanjang masa, tetapi ia bisa dipastikan jadi orang sukses. Otak Cinta pintar(akyu selalalyu dapet nilay bagussy di sekowlahkyu), modalnya banyak, cantik(gw baru sadar akhir-akhir ini), jaringan sosialnya luas, dan ambisinya besar. Jadi, sejauh ini (mungkin) tidak ada yang salah dengan Cinta Laura.

bajak saja ampe empeeeeet

September 4, 2008

Beberapa musisi, katakanlah yang tidak terikat mayor label apa pun, yang idealis, yang tidak menggantungkan hidupnya dari musik, yang udah kaya dari sononyah, dan yang udah terlalu lelah dengan industri memilih untuk memasarkan karyanya secara gratis. Karya mereka bisa diperoleh di konser-konser mereka atau didownload bebas dan legal di internet. Inilah sebuah metode bermusik dan mengekspresikan diri dengan eksist tanpa harus terikat pasar. Mengapa? Sebab pasar industri musik kini terlalu carut marut, salah satunya adalah akibat ulah orang-orang seperti gw yang hobi membeli mp3 bajakan dan mendownload lagu di internet secara ilegal.

Mana yang lebih mudah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw kurang tahu. Yang jelas, karena keterbatasan akses terhadap koneksi internet yang cepat, gw lebih sering berburu lagu di tukang cd bajakan. Khusus beberapa lagu yang sulit dicari, barulah gw download di internet. Bisa dibilang ngga ada yang ngga ada di internet. Mau download sekalian dengan videoklipnya? tinggal buka youtube aja kaaaan. Inilah masa kini. Era kemudahan. Jika kita mempersulit diri bisa-bisa ketinggalan ketinggalan zaman.

Mana yang lebih murah, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Gw juga kurang tahu. Tapi, mari kita hitung-hitung. Ambil contoh, untuk satu keping CD berisi dua ratus lagu biasanya dikenakan harga antara 5.000—10.000 rupiah. Sementara, untuk satu lagu berukuran 4 mega biasanya membutuhkan waktu download sekitar dua sampai lima menit (kecepatan internet standar). Jika berinternet di warnet dengan tarif 3000/jam, proses mendownload 200 lagu akan menghabiskan waktu sekitar 6 jam, artinya menghabiskan Rp 30.000,00. Jika berinternet di rumah menggunakan ADSL, katakanlah speedy dengan tarif personal, satu lagu mungkin menghabiskan sekitar Rp 200,00 yang berarti dua ratus lagu sama dengan Rp 40.000, sedangkan speedy dengan tarif time based bisa menghabiskan sekitar 4000/jam atau Rp 36.000 tiap 200 lagu. (ini hitung-hitungan sotoy, jangan dipercaya!! gw gak tau tarif speedy hehehe). Lain halnya jika kita berinternetan secara gratis(numpang orang, nebeng wi-fi di restoran, ngehack, dll), mendownload ratusan lagu sampai enek juga gratis.

Mana yang lebih merugikan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Hmm, jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi(waaa sotoy lagiiii) dan tentunya sudut pandang gw(tuu kan terbukti gw emang sotoy), dua-duanya jelas merugikan. Siapa saja yang dirugikan?

  1. musisinya. Udah susah-susah latihan, udah susah-susah rekaman, udah keluar modal besar, udah ngarep banget jadi kaya raya, eh lagunya dikonsumsi orang dengan cuma-cuma lewat jalur ilegal.
  2. pemerintah. Ngga ada istilahnya kan PPn untuk barang bajakan…itu artinya pemerintah kehilangan pendapatan pajak yang sangat signifikan kalau masyarakatnya membeli barang bajakan, bukannya barang orosinal yang merupakan barang kena pajak.
  3. masyarakat. Barang bajakan(mau film, musik, alat elektronik, buku) adalah barang kualitas rendah yang menunjukan selera masyarakatnya….sedih kan kalau dicap orang berselera rendahan??
  4. industri musik. Jangan heran nanti musisi-musisi jenius malas buat lagu lagi, soalnya lagu mereka ngga dihargai sama negeri sendiri. Yang bakal membanjiri industri musik adalah para amatiran yang boro-boro idealis, main musik aja ngga bisa.

Mana yang lebih dosa, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Entahlaaah. Kalau gw, lebih merasa berdosa kalau beli bajakan. Kesan yang ditimbulkan oleh orang banyak juga begitu. Artis-artis bilang: “Jangan beli kaset bajakan yaaa”, bukannya bilang : “Jangan download lagu di internet yaaaa” Padahal, gw pikir-pikir yaa sama aja.

Mana yang lebih bisa dimaafkan, membajak lagu di internet atau membeli mp3 bajakan? Kok dimaafkan? Yaaaa, memang…mau gak mau tetap ada sisi yang bisa dimaapkan dari pembajakan. Beberapa musisi malah rela dibajak, alasannya adalah ajang promosi gratis. Toh sekarang ada ring back tone, sumber penghasilan baru mereka. Pernah juga gw liat kalimat yang ditulis oleh seorang yang ngeshare lagu di internet: “Kalau kalian suka lagunya jangan lupa beli cd aslinya ya. Jangan dukung pembajakan” Yups, benar juga, share lagu di internet adalah ajang promosi yang baru dan segar. Terus, kadang-kadang gw merasa pembajakan telah berhasil membuka lapangan kerja baru, pengangguran pun berkurang, soalnya mereka telah punya profesi baru sebagai pembajak dan tukang kaset bajakan. Ekonomi mikro, dalam lingkup kecil dan jangka pendek, sebenarnya diuntungkan oleh aktivitas pembajakan.

Nah, sekarang masih mau ngebajak lagu??

gw iyah

The Known World…

September 1, 2008

Jika tinggal di daerah kos-kosan sekitar sebuah kampus, rasa-rasanya seperti tinggal di sebuah miniatur wilayah geografis yang lebih besar. Dari orang Batak sampai orang Bugis ada. Dari toko pulsa sampai laundry baju ada. Dari gado-gado Betawi sampai nasi Padang ada. Komplit.

Kini, setelah tinggal selama hampir dua tahun, mau tidak mau daerah kos-kosan yang gw tinggali sekarang adalah ‘dunia’ gw. Inilah dunia yang gw kenal, the known world… Pelan-pelan gw mulai mengenali setiap sudutnya, gang-gang sempit yang becek berlubang, tembok-tembok yang kusam, selokan yang kecokelatan, orang-orang yang ke masjid saat adzan berkumandang, dan belokan-belokan jalan, dan udaranya, dan semburat matahari senja yang menyelinap di balik daun-daun sebuah pohon kurus.

Begitu pula orang-orangnya. Sedikit demi sedikit gw mengenali mereka. Tetangga-tetangga yang hidup berdampingan dengan beragam karakternya. Dan kami pun bersimbiosis. Beberapa diantaranya gw tahu namanya, lebih banyak yang tidak. Kemudian munculah panggilan-panggilan baru untuk mereka. Sebagian tercipta dari sejak lama, menjadi warisan bagi setiap generasi. Sebagian lagi gw dan teman-teman ciptakan sendiri dengan beberapa kisah asal muasal yang tidak terlalu relevan sebenarnya.

Berikut ini adalah beberapa nama panggilan tersebut :

CEU IKIN

Salah satu nama yang diwariskan dari satu generasi ke generasi adalah ceu ikin. Ceu ikin adalah perempuan Sunda pemilik sebuah warteg alias warung makan di dekat kosan gw. Di dalam warung tersebut sebenarnya ada beberapa perempuan dewasa, entah yang mana yang sebenarnya bernama Ikin. Yang jelas, semua perempuan di situ kami panggil Ceu Ikin. Yang terkenal dari Ceu Ikin adalah desas-desus kalau mereka suka galak sama anak perempuan, tapi ramah pada anak lelaki, terlebih-lebih pada yang tampan. Setiap ada anak lelaki tampan lewat depan warungnya pasti langsung disapa : “Randiiiii, kok gak mampir?” Hehehe

MAS YOI

“Mas, fotokopi yang ini dua ya!” “Yoi!” “Mas, beli pulpen” “Yoi” “Mas, nanti saya ambil ya” “Yoi” “Mas, tolong jilidin ini dong” “Yoi”…. Alhasil, gw dan teman-teman kos pun memanggil tukang fotokopian yang terletak di samping warung Ceu Ikin ini dengan sebutan Mas Yoi (bukan Doy, Doy mah judul lagu Kangen Band)

MAS MILIMETER BLOK

Nah, mas milimeter blok ini juga tukang fotokopi. Dia anak buahnya Mas Yoi. Panggilan ini muncul gara-gara suatu kejadian menggelikan di awal-awal gw tinggal di sana. Suatu malam, teman gw minta diantar ke fotokopian. Teman gw masuk agak ke dalam dan menemui mas penjaga fotokopian sementara gw menunggu sambil melihat-lihat etalase yang menghadap ke arah jalan. Tiba-tiba muncul seorang mahasiswa yang tiba-tiba berkata, “Mbak, ada milimeter block?” Olalaaa, gw disangka tukang fotokopi. Anehnya, walau ngeliat gw dan teman gw ketawa ngakak, mahasiswa itu tetap tidak sadar ia salah orang. Ia baru sadar saat akhirnya mas penjaga fotokopi yang asli menghampiri dan memberikannya milimeter block. Sejak saat itu, Mas penjaga fotokopi yang itu diberi panggilan Mas Milimeter Blok.

AKANG BAIK HATI

Teman gw yang membuat panggilan ini. Akang baik hati adalah pemilik warung di seberang gang kosan gw. Orangnya memang baik hati, murah senyum, dan ramah. Andaikan setiap pemilik warung seramah itu,huhuhu. Susah menemukan orang baik di zaman sekarang.

UDA

Dari namanya saja kita tahu kalau Uda ini orang Padang. Ternyata, dari sejak zaman dosen-dosen gw kuliah, Uda sudah dikenal sebagai tukang fotokopi di kalangan mahasiswa. Sekarang, siapa yang tidak tahu Uda? Mau pesan fotokopi sebuah buku(ups), tinggal hubungi Uda yang letak fotokopiannya dan fotokopian Mas Yoi hanya dipisahkan oleh sebuah gang.

IBU SOTO

He3…mengapa dipanggil Ibu Soto? simpel saja, karena ibu ini berjualan soto.

IBU GENIT

Entah mengapa ibu tukang gado-gado ini dipanggil bu genit. Yang jelas, ibu ini memang ramah sama siapa saja. Kalau gw atau teman gw lewat pasti disapa, “Mau kemana Cah Ayu?” Di matanya, para perempuan ayu semua. Bagus kalau begitu, hehehe. Mungkin begitu pula dengan para lelaki di matanya, ganteng semua.

BAPAK GALAK/OPIK

Gara-gara pernah dibentak waktu salah ngeprint di rental komputernya, gw tanpa sadar memberi label pada pemilik rental komputer itu : Bapak Galak. Di samping galak, bapak tersebut mirip dengan penyanyi dan pencipta lagu, Opick. Oleh karena itu, jika galaknya sedang tidak kambuh gw lebih memilih memanggilnya Opik.

Dan masih banyak tetangga-tetangga yang lain yang mengisi komunitas di sekitar gw dengan keriuhan dan kehidupan. Tanpa sadar kami saling berinteraksi dan menciptakan ketergantungan. Inilah dunia yang gw kenal, dunia yang riuh, dunia yang ramah, dunia yang setidaknya menciptakan area nyaman gw dari keterasingan.

idola cilik

May 3, 2008

entah kenapa, gw suka aja nonton idola cilik. Terserah deh mau dibilang norak, korban kapitalisme, atau tukang eksploitasi anak2.

Lucu aja bisa liat anak kecil punya bakat yang gw gak punya(nyanyi anyway). Dan ada aja di acara ini yang bikin gw ketawa.

star wars…ingat ingat lagi!

May 2, 2008

barusan gw nonton star wars episode VI lagi. Mungkin gw udah nonton untuk yang kelima kalinya. Tapi, gw gak pernah bosen. Pokoknya suatu saat gw bakal nulis tentang star wars. Cuman karena sekarang udah malem, gw rasa gw musti tidur dan menundanya…

have a nice dream. may the force be with you.

gokusen

May 2, 2008

Ini salah satu dorama kesukaan gw. Doramanya udah agak jadul, kira-kira rilis di Jepun empat tahun yang lalu. Bercerita tentang seorang gadis bernama Kumiko. Gadis berdarah yakuza(mafia Jepang) tersebut memutuskan menjadi seorang guru matematika alih-alih mewarisi bisnis keluarga yang turun temurun itu. Lulus kuliah, ia pun menjadi guru di sebuah sekolah khusus laki-laki bernama Shiroken Gakuen.

Episode pertama dibuka dengan latihan pidato Kumiko yang berapi-api tentang dunia pendidikan yang ia cintai. Sayangnya, kegiatan mengajar yang ia impikan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang harus dihadapinya. Murid-murid yang harus ia didik adalah siswa ternakal di sekolahnya. Mereka para berandalan, hobi berkelahi dan tak pernah menuruti kata-katanya. Masalah selalu datang silih berganti menimpa Kumiko dan anak didiknya. Namun, Kumiko tak pernah patah semangat. Dengan slogan “Fight Oh!!” ia tetap sabar menghadapi murid-muridnya. Berkat kegigihan dan ketulusan hatinyalah itu, perlahan tapi pasti, murid-muridnya yang berandalan berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari. Bahkan pada akhirnya, para murid sangat menyayangi Kumiko.

Terlepas dari kisah yakuza dan atribut cerita yang sangat fiktif(sehingga ceritanya memiliki tingkat irasionalitas yang tinggi), Gokusen cukup menyentuh hati. Ada beberapa adegan yang bikin gw nangis. Salah satunya pada episode yang bercerita tentang ibu seorang siswa yang berjuang keras agar anaknya tidak putus sekolah(hiks, adegan ini pasti banyak terjadi di dunia nyata). Gara-gara Gokusen pun, gw tertarik menjadi guru.

Nah, jika ada yang memiliki bakat dalam bidang pengajaran, pinter, dan supel…gak ada salahnya kok memilih profesi guru. Profesi guru bukanlah profesi sembarangan, ia penuh rintangan dan tantangan. Profesi guru juga membutuhkan dedikasi yang tinggi. Hanya orang-orang hebat dan profesional yang akan bisa menjadi guru yang baik dan dihormati murid-muridnya. Dalam cerita Gokusen, Kumiko telah membuktikannya.

Oleh karena itu, untuk para guru di manapun engkau berada, Fight Oh!!!