Archive for June, 2009

The World With Nine Million Dreams

June 22, 2009

Beberapa hari yang lalu gw pulang ke kampung halaman gw di sebuah desa di kaki gunung ratusan kilometer dari Mal yang gemerlap dan lampu disko yang berkerlap-kerlip di malam hari. Pada malam terakhir, gw keluar rumah menuju sebuah tanah lapang untuk melihat anak-anak kecil pentas kenaikan kelas sekolah agama. Dan apa yang gw lihat saat menengadah memandang angkasa? Bintang-bintang. Ribuan bintang-bintang.

Gw pun duduk di tanah lapang sambil memandang taburan bintang dengan dekorasi gunung dan hamparan sawah. Anak-anak kecil bernyanyi tanpa nada di atas panggung. Memang bukan konser Javamusikindo atau pentas musik jazz. Memang bukan. Pedagang-pedagang kecil berjualan disekeliling lapangan. Memang bukan stand-stand mewah PRJ. Memang bukan. Perwakilan Kepala Desa datang memberi sambutan. Memang bukan calon presiden yang datang. Memang bukan.

Dan dengan suatu cara, gw mengingat Jakarta.

Jakarta.Kapan terakhir kali kita melihat bintang di angkasanya?

Bintang-bintang yang terhalang atap genteng tetangga. Bintang-bintang yang diganti lampu neon dan lampu disko. Bintang-bintang yang bersembunyi di balik pencakar langit.

Jakarta. Dimana kita tinggal di dalamnya?

Mungkin di suatu rumah di dalam gang sempit dimana atap-atapnya saling berdempetan. Mungkin di suatu penthouse apartemen mahal yang menghadap pencakar langit. Mungkin di area perumahan mewah yang mana tetangga kita adalah artis(atau calon presiden). Mungkin juga di suatu tempat dimana saja yang beratap langit dan berdinding kebisuan.

Jakarta. Kapan terakhir kali kita melihat taburan bintang di angkasanya?

Sudah Lupa.

-22Juni09-untuk dunia dengan sembilan juta mimpi di dalamnya-