ikan kering ulang tahun

September 16, 2014 at 1:34 am | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Bertambah tua, kadang bukan hanya tentang satu dua helai uban atau kerutan di bawah mata yang tetiba muncul saat menuju umur kepala tiga. Menjadi tua adalah ketika di toko buku bingung mau beli apa dan lebih sibuk membayangkan tentang anak yang bakal bagus pakai tas unyu ini dan tempat pensilnya yang itu, serta memasukkan judul buku-buku terbaik ke dalam list “100 books You Should Read” untuk anak gw kelak. Menjadi tua ternyata adalah tentang menjadi sok tua, berpengalaman, dan punya warisan walau itu hanya pengetahuan judul-judul buku (yang mana juga sebenernya terbatas :P) huehehehe.

Menjadi tua selain sok tua, bisa jadi bertambah narsis. Ulang tahun sendiri, nulis-nulis sendiri ucapan sendiri. Walau sudah berjam-jam tidak bisa merangkai kalimat-kalimat ciamik, tidak apa apa (pasrah). Yang penting hati bahagia. Bikin kue ultah sendiri, bawa ke kantor. Walau dua anak curut yang sembunyi di balik kardus arsip yang berantakan itu bahkan bakal bilang kuenya gak enak, tidak apa-apa. Yang penting hati bahagia terus eksis posting di instagram dan Path.

Selamat ulang tahun Ikan Kering, yang tidak lain adalah gw sendiri, anak kecil biasa pada masanya, yang punya kehidupan yang hampir mirip dengan 89,69% anak Indonesia kelahiran 1988. Pagi-pagi ke sekolah, jam istirahat lompat tali, di kelas meneriaki anak lelaki yang mengintip dengan rautan bulat, lalu berkerumun mencium pulpen wangi yang dianggap narkoba. Pulang sekolah main galah asin sebentar, di rumah main tamagochi, agak sore nonton satria baja hitam, sebelum tidur baca serial cantik, dan hari Minggu nonton Doraemon. Namun, ketika bertambah tua, akhirnya menyadari semakin banyak yang berbeda. Ada yang sudah beranak dua. Ada yang masih single. Ada yang sekolah ke luar negeri. Ada Ibu rumah tangga. Ada Ibu yang menyusui anaknya. Ada Ibu yang memilih memberikan susu formula. Ada partisipan fanatik partai agama. Ada yang liburan dua minggu sekali. Ada yang bekerja di tengah laut lepas. Ada macam-macam rupanya.

Selamat ulang tahun ikan kering. Semoga bertambah tua tanpa menjadi terlalu sok tua. Semoga bertambah ilmu tanpa perlu terlalu sok tahu. Semoga menjadi bijaksana, melihat dari berbagai mata, mendengar dari dalam hati. Memasak makanan yang rasanya bertambah wajar dari hari ke hari. Semakin pandai dalam mencintai dan bercinta *eh. Dan bersyukur atas apa-apa yang dipunya, pun apa-apa yang belum dipunya.

Selamat ulang tahun, sayang

ikan kering melahirkan

November 11, 2013 at 5:39 pm | Posted in Uncategorized | 3 Comments

Ketika Simba putera Mufasa dalam kisah Lion King lahir, ia dibopong tinggi-tinggi dan dihadapkan ke seluruh warga sebagai calon raja. Bayi raja itu lalu tumbuh menjadi makhluk kecil nakal yang berpetualang dan mengenal cinta pertama. Di akhir kisahnya Simba kecil pun dewasa, menjadi raja, menikah, dan akhirnya menjadi seorang ayah. Kalau kata film superman: the son becomes the father,  and the father…the son.

Gw, seperti Simba, pada mulanya (dan sampai selamanya) adalah seorang anak (tapi bukan anak raja). Masa kecil masih bisa gw ingat (walau mungkin tak semua): pergi mengaji, belajar untuk ulangan umum tiap caturwulan, bermain kasti, bermain petak umpet, membaca majalah bobo, sampai membaca Harry Potter pertama kali. Ketika jauh lebih besar, gw mengenal cinta, belajar akuntansi, mendapatkan pekerjaan, mengidolakan ariel peterpan *ngik, dilamar pria, lalu menikah…dan mengandung.

Sembilan bulan sebelum sekarang, ada gumpalan kecil berdenyut yang terlihat di layar milik dokter spog di rumah sakit ibu dan anak. Setelah itu gw mendownload software kehamilan di playstore, meminum susu, berjalan lebih pelan, memfollow dokter kandungan di twitter, menghindari indomie, serta mengunjungi rumah sakit ibu dan anak setiap bulan. Saat perut lebih besar gw mulai terengah menaiki tangga penyebrangan, diberi tempat duduk di dalam kereta oleh satpam, dan pergi senam hamil di akhir pekan.

Sembilan bulan sebelum sekarang, gw akan merindukannya.

Dan sekarang…gw sudah melahirkan, setelah berjam-jam meringis kesakitan seperti superman saat didekatkan pada batu kryptonite. Saat itu akhirnya ada bidan yang berkata: mari mengejan. Dan dokter pun bersiap dengan guntingnya. Gw mengejan, lalu sebuah tangis pecah di udara.

Kini gw adalah seorang orang tua,  sekaligus juga sebagai apa yang seperti kata judul sinetron rcti: “anak-anak manusia”…

The daughter has become a mommy. Sexy mommy *ngareup…

intellection

October 4, 2013 at 12:15 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aaron Swartz, muda dan jenius. Awal tahun ini, ia mengakhiri hidupnya sendiri setelah pemerintah dengan agresif menyebutnya sebagai penjahat dan lembaga peradilan mengancamnya dengan tuntutan 35 tahun penjara. Ia terjerat hukum yang rumit setelah memanfaatkan kelemahan dalam sistem arsip jurnal akademis JSTOR milik Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan menghubungkan laptopnya ke jaringan milik MIT, mengunduh sekitar 4,8 juta dokumen digital milik JSTOR, kemudian mencoba membagikannya secara gratis di internet.

Sementara gw (yang juga muda dan jenius siiihh), calon emak-emak dari negara dunia ketiga, mengap-mengap saat membuat skripsi, mampu mengakses satu atau dua jurnal JSTOR hanya karena beruntung bersekolah di kampus yang berlangganan akses kepada jurnal akademis yang mahal-mahal. Namun, bagaimana jika tidak… Aaron Swartz berkata dalam artikel ‘Manifesto’ yang ditulisnya, “Informasi adalah kekuasaan. Tapi seperti juga kekuasaan, ada orang yang ingin menyimpannya hanya untuk diri mereka sendiri.”

Beberapa hari lalu, seorang bapak-bapak jadi bahan bulan-bulanan di internet karena tulisan/fatwa yang ia buat (??) Kurang lebih begini bunyi penggalan fatwanya: “Halal hukumnya memanfaatkan barang-barang bajakan seperti CD, DVD, buku ataupun media lainnya, karena hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah), dan semua ilmu berasal dari-Nya dan Allah telah mewajibkan kita mencari dan menuntut ilmu. Haram menganggap ilmu sebagai milik pribadi dan meminta kompensasi darinya. Tapi halal menjual atau meminta kompensasi atas produk hasil intelektual (buku dan CD misalnya). Artinya yang dijual bukan ilmu, tapi produknya.”.

Alhasil, bapak-bapak ini sukses dibully dan dianggap dongo.

Gw yang masih suka membeli MP3 di sisi jalan, memfotocopy buku teks, menonton film-film baru hasil unduhan cuma-cuma, menggunakan software bajakan (walau juga kadang beli yang asli demi gengsi :P), tak berani ikut-ikut komentar lebih jauh tentang fatwa si bapak-bapak (yang dianggap dongo oleh sebagian orang) ini. Apalah yang bisa kita lakukan ketika hasil pemikiran menjadi semakin mahal selain saling berbagi satu sama lain apa yang kita punya secara cuma-cuma demi mencegah kita tidak bertambah bodoh (dan dongo).

Dan ngomong-ngomong dongo, sesungguhnya banyak yang lebih dongo. Dan hukuman 35 tahun bagi Aaron Swartz, sungguh masih banyak yang lebih layak mendapatkannya. Contoh saja, di suatu negeri Hakim lembaga suci berbuat hina. Kita bisa apa.    

miss world

September 9, 2013 at 4:35 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gw adalah generasi majalah Bobo yang dicampur sedikit-sedikit tabloid Nova plus Wanita Indonesia ketika mereka masih jaya-jayanya. ahahaa. Namun, seiring pertumbuhan gw menjadi gadis remaja yang cantik dan berprestasi nyokap gw berinisiatif membelikan juga gw majalah Gadis. Dan mulailah gw membaca majalah Gadis sejak zaman Astrid Tiar jadi juara gadis sampul. Waktu itu gw hapal siapa-siapa Gadis sampul dari masa ke masa dan bagi gw Astrid Tiar adalah salah satu gadis sampul paling cuantik apalagi saat berpose dengan jaket kulit dan sepatu boot yang emang masa itu sedang ngetrend-ngetrendnya. Oleh karena terpesona dengan kecantikan para Gadis Sampul (dan terobsesi dengan hadiahnya yang banyak), gw memutuskan ingin menjadi seorang Gadis Sampul yang tinggi, cantik, dan berprestasi.

Waktu berlalu. Sampai gw hamil anak satu (yang berarti jelas-jelas gw sudah tak gadis lagi -.-“) syarat tinggi 155 cm untuk daftar Gadis Sampul tak pernah terpenuhi. Pun syarat menarik dan fotogenik, hanya terpenuhi jika gw difoto pakai camera iphone di bawah sinar matahari cukup terus diedit lagi. Bagitu juga dengan syarat wawasan luas,  rata-rata teman kerja baru hanya mengakui gw cerdas saat gw berhasil mengembalikan file yang disembunyikan virus shortcut… (iya iya, gw yang nyebarin virusnya)

Makanya sejak lama gw sudah pasrah dengan dunia pergadis sampulan yang mana berarti pasrah juga untuk ajang-ajang kontes kecantikan semacamnya. Level gw mentok sebagai penonton.  Walau lama-lama ya lupa juga…kadang-kadang terlewat, kadang tidak tahu sama sekali. Mungkin faktor umur. Mungkin karena tivi gw runyek rumek. Mungkin karena bacaan gw  sekarang lebih seringnya Times ato The Economist (boong ini booong). Tapi kalau ditanya siapa yang nikah sama Judika atau yang berantem sama ibunya  ya tahu juga yang mana (ketauan tukang nonton infotainment di kantor deeeeh).

Dan sekarang yang paling terbaru : Miss World 2013. di Bali. hehehe. Dan kalau kata Goenawan Mohamad, salah satu budayawan paporit gw : “Miss World itu acara tak bermutu. Tapi moral satu bangsa lebih mudah runtuh karena korupsi ketimbang karena Miss World”  Huwoowo, tuh kaaan kata Opa Goen juga, Miss World tidak bermutu. Untung  gw ga pernah ikut-ikutan jadi kontestan. ahahaaa…. Yang bagian korupsinya gw jg setuju sekali. Eh tapi kok susah yak ngomong-ngomong…ini gw nulis blog ini di jam kantoor dan pake internet kantooor…korupsi juga dong yaaaah? trus piyeeee…. :(

MALL

January 20, 2013 at 2:25 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sebagai wanita muda urban post modern yang fabulous, marvelous, dan up to date gw tentu saja suka pergi ke mall. Mall dipenuhi barang-barang fashion kekinian, tempat makan gaul, dan yang pasti pria-pria ganteng.. terutama itu tuuuh hot papah hot papah yang jalan-jalan sambil dorong stroller eaaaa (lalu dikeplak suami). Selain itu, di mall banyak artis jalan-jalan jadi kesempatan ketemu artis jadi lebih besar. Kan lumayan kalau ketemu Junot atau Nicholas Saputra bisa minta foto pura-puranya lagi hangout bareng, syukur2 pas lagi ada wartawan jadi bisa kesorot masuk infotainment.  Belum lagi di mall suka ada syuting FTV jadi lumayan kan kalo diajak syutiiing. Nah, sesial-sialnya misal lagi ga ada uang lebih buat belanja tas salvatore ferragamo atau lagi ga nemu syuting apa-apa, setidaknya di mall itu bisa numpang ngadem, apalagi di kosan gw gak ada AC nya, masa kalau lagi gerah mesti ngadem di depan kulkas. Kulkas aja gw ga punya.

Akan tetapi, walau gw dan wanita-wanita kece lain di luar sana suka ke mall bukan berarti kita itu perlu dibangunin mall di tiap pojokan jalan kali ah wahai bapak ibu pemilik Dayu Mendayu Group dan kawan-kawan. Masa tiap 500 meter ada Mall. Atau engga, masa Mall yang sudah besar dibesarkan lagi sampai ada Mall I, mall II, mall III, udah kaya sinetron Tersanjung.Terus ada juga mall yang luar biasa besar sampai jarak dari satu toko ke toko lain di dalamnya itu bisa buat kita kayang lalu salto guling-guling. Ada juga mall yang saking luasnya pas nanya pak satpam dimana musholla maka jawabannya : adek lurus ke arah sana kira-kira seperempat kilometer sampai mentok ketemu department store, terus adek belok kiri sampai ketemu lift terus adek naek lift turun 3 lantai setelah itu adek belok kanan setelah itu adek belok kiri setelah itu adek belok kanan lagi setengah kilometer.

Busett.

Dalam sebuah quote Mandarin diajarkan Wu Ji Bi Fan atau artinya kurang lebih ‘too much of good stuff is a bad stuff’.

Maka kapankah kita akan berhenti ?

sumber : republika online

sumber : republika online

sisa sisa pesta

July 3, 2012 at 6:43 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pernahkah kamu mengantar kekasih ke bandar udara?  Lalu makan di gerai cepat saji sambil tertawa dan bercanda, sampai ketika suara seorang wanita muncul dari balik pengeras suara memanggil kekasihmu untuk bergegas lepas landas. Dan kekasihmu pun berkata, sampai berjumpa lagi.

Akan tetapi, di bawah ini bukan tentang perpisahan. Ini adalah tentang perasaan yang mungkin saja sedikit sama.

Jadi begini, empat tahun lalu gw menulis setelah keriuhan turnamen bola Eropa berakhir di televisi, yaitu tentang pesta yang usai dan liburan yang berakhir. Hingga waktu beranjak dan berlalu, gw pun menyadari bahwa mungkin gw terlalu hiperbolis dan terjebak dalam romantisme akut yang berlebihan. Mengapa harus repot menulis dari sisa-sisa pesta.

Namun, kemarin malam, ketika gw sampai larut malam dan bergegas berbaring memeluk guling, gw kembali menyadari bahwa gw tidak perlu lagi bangun dini hari hanya untuk membetulkan antene lalu menonton bule-bule bermain bola. Gw kehilangan.

Itulah sisa-sisa pesta, rindu-rindu kecil berceceran. Rindu tentang beberapa hal. Tentang sambungan jarak jauh untuk saling membangunkan. Timeline pagi hari yang ramai dengan caci maki. Suara teriakan sehabis gol dari orang-orang di pos ronda. Rasa bosan dengan pertandingan yang menjemukan. Photoshop Balotelli segala rupa. Obrolan kantor pagi hari yang penuh analisis. Kantuk berjamaah di siang hari dengan alasan yang sama.  Atau kamu yang kelelahan karena tak biasa bergadang.

Ah, mungkin gw memang berlebihan.

Tetapi, tak ayal… pesta memang usai dan sekarang jadi sepi.

Sampai berjumpa lagi.

mimpi-mimpi

May 24, 2012 at 2:54 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ketika Dr. Sheldon Cooper (TBBT) berbincang dengan santai tentang String Theory dan bagaimana perturbative amplitudes N=4 dalam teori supersymmetric membawa kita kepada sebuah penilaian mengenai partikel ultraviolet multiloop N=8 supergravitasi menggunakan teori twistor modern and debray and debray, selain tentu saja mengingatkan gw pada salah seorang rekan kerja kurus berotak dan berwatak Sheldon Cooper yang mampu mengingat satu per satu pasal dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan sejak 1983 serta nama nama Miss Universe dari tahun 1951, hal itu juga mengingatkan gw pada masa kecil dimana gw merasa keterikatan dengan sains sehingga perlu untuk bercita-cita menjadi astronot, ilmuwan, atau insinyur seperti si Doel Anak sekolahan.

Kemudian setelah dewasa…. Hidup membimbing gw bukan untuk menjadi astronot (karena gw mungkin tidak perlu mengunjungi bintang-bintang, gw lah bintangnya. *eaaaaa), tidak juga untuk menjadi ilmuwan, ataupun mahasiswa teknik yang nongkrong sampai malam di emper laboratorium sambil membincangkan mahasiswi cantik jurusan lain lalu besoknya masuk kelas sambil tergopoh-gopoh dan belum mandi.

Hidup membimbing gw ke sini, ke salah satu lantai di dalam gedung dua puluh lantai. Memang tidak cukup tinggi hingga bisa menyentuh bulan, tetapi cukup tinggi untuk sekadar memandang metromini yang berbaris memanjang di terminal senen, rel kereta di gambir, menara mesjid tanah abang, ataupun puncak monas yang berkilau indah, terutama di malam sabtu (entah kenapa). Gedung ini juga tidak cukup berisik seperti di hanggar pesawat atau hiruk pikuk seperti di bursa saham, tetapi bukankah kadang apa-apa yang tidak terdengar telinga justru riuh redam.

Dan kini setiap hari hidup membimbing gw melihat hal-hal baik, seperti polisi yang menyeberangkan nenek tua, atau tukang ojek yang rajin menyapa, atau kerlap kerlip blackberry tanda ada yang mencari. Hidup juga mempertemukan gw dengan kabar-kabar baik seperti kabar hari ini dimana seorang teman yang kini jadi sarjana kedokteran setelah gagal lalu berjuang berkali-kali.

Ia memperjuangkan mimpi-mimpinya. Orang-orang tersayang mendoakannya. Tuhan memeluknya.

- “Selamat Wisuda Nishma Afifah Naswar, sahabat baik ikan kering dari sejak jauuuuh ikan kering menginjakkan kaki di puncak Monas dan memiliki pacar.” -

my dream love letter

February 8, 2012 at 3:06 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment

in order to welcoming the month of love, Tami asked me and Arry to write a love letter and publish it in our blog yesterday…  Tami is a kind of super romantic girl, but in my opinion love letter is just not her type. Maybe I’m wrong… Tami as always, is surprising and enlightening. A love letter is just another her special joke of life (i mean in positive way)

For myself, creating a love letter literally is not an easy thing. i am bad in love letter (actually i’m bad in everything -.-“) however, i’ll try… (sorry for publishing it late. office time was rough and  getting crazier than paris hilton party lately)

so, here it is my try. please just no LMAO :D

Manis…

Kamu memang tidak terlalu mengerti astrofisika, astronomi, atau ilmu-ilmu semacamnya. Mana barat mana utara pun bagimu susah rasanya. Namun, kamu pasti tahu bahwa bulan yang dapat kita lihat malam ini adalah bulan yang sama. Bulan yang merona terang, bulat seperti pantat bayi yang menggemaskan, serta benderang menemani perjalanan dari tempat kerjamu yang diisi oleh teman-teman yang kadang amit-amit menyebalkan dan atasan yang seperti habis salah makan.

Maka cukup mujarab mengusir penat dan lelah dengan kita bertukar cerita sambil menikmati bulan yang sama. Saat itu kamu akan berceloteh kepadaku tentang harga minyak yang meninggi atau alur cerita novel roman picisan yang baru selesai kamu baca. Jika aku bosan, aku akan menyelamu dan mulai mengata-ngatai tim sepakbola tukang kalah yang kamu idolakan. Kamu pun merengut manyun-manyun tak karuan. Namun, tak kubiarkan lama-lama, segera kuhibur kamu dengan cerita tentang motor yang baru kupermak, sayap dan spakbornya. Kamu bertanya harganya berapa dan mengapa tidak ditawar, kamu kira itu ikan di pasar.

Setelah aku mendengar kamu mulai menguap, aku tahu malam larut dan tenggelam. Aku pun mulai berkata pelan-pelan. Kulembutkan suara agar telingamu tak kepayahan. Kemudian aku mengajakmu berimajinasi tentang pesta sederhana di taman yang hijau tua serta warna baju yang kita pakai di sana, mungkin aku biru dan kamu merah muda, atau kita sama-sama pake oranye seperti pendukung Persija.

Lalu aku tidak lagi mendengar suaramu, hanya desah nafas yang naik turun teratur. Kamu tertidur. Aku tersenyum membayangkan ekspresimu yang menggelikan. Mungkin mimpi dikejar-kejar raket nyamuk (kamu takut kan?) atau mungkin hanya sekadar memimpikanku.

Jadi, selamat tidur dan melanjutkan mimpi…

your sincerely,

AA

ahahaa,,,,

i think i will never receive this kind of letter… but it doesn’t matter, at least  somebody has written and made it real, which is me. :D

energi (part 1)

February 3, 2012 at 4:22 pm | Posted in cumi-cumi | Leave a comment

Kemaren gw pulang malam. Kadang-kadang emang gw pulang malam. Bukan selalu karena pekerjaan. Seringnya karena selepas sore di kantor keasyikan maen twitter ato 9gag -.-“

Hampir setiap hari gw pulang naek angkot. Kadang-kadang pengen sih naek pajero sport warna putih, keren gitu kaan, tetapi sayang gw ga punya. Maka cukuplah naek angkot saja, yang penting cepat sampai, cepat rebahan badan. Nah, kalau badan udah rindu berat sama kasur, jalan udah sempoyongan…apalah rasa-rasanya hati ini ketika disuruh jalan memutar oleh satpam.

yang boleh lewat gerbang depan langsung cuman mobil.

kowawa. kowe kecewa.

Suatu waktu, gw pernah datang ke forum rapat yang dihadiri profesor-profesor di bidang energi. Kata seorang profesor, konsumsi energi di negeri ini kecil sekali makanya negeri ini tertinggal dibandingkan dengan negara-negara yang konsumsi energinya tinggi semisal Jepang atau Cina (nomor 1 dunia) . Mungkin si profesor ini ada benarnya (lah namanya juga profesor). Akan tetapi, bisa jadi ada tambahannya, selain konsumsi yang rendah, konsumsi energi di negera ini kadang tidak efisien.

Contoh tidak efisien bagi gw adalah: musti jalan memutar ketika bisa berjalan lurus (pada malam hari ketika penerangan jalan kurang, kucing garong telah berkeliaran, dan mata lima watt kereyep kereyep menuju alam mimpi).

Mungkin gw memang harus beli pajero sport. warna putih.

koran dan kisah negeri hari-hari ini…

January 27, 2012 at 9:34 am | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Meskipun zaman sekarang ada berbagai macam situs berita seperti kompas dot com, thejakartapost dot com, vivanews dot com, detik dot com, dan sebagainya yang selalu super duper update, sekali-sekali mungkin kita perlu juga baca koran. Tentu tidak harus beli, apalagi berlangganan  (*menurut gw langganan koran adalah aktivitas yang kurang ramah lingkungan dan kurang ramah di kantong). Kita bisa pinjam, numpang baca di ruang tunggu kantor service simcard yang ngantrinya amit amit, atau colong-colong koran si bos.

Berita di koran biasanya sebagian telah melalui proses editing, dengan demikian informasi yang diberikan cenderung lebih ‘hati-hati’. Bagi gw yang awam, maksudnya ‘hati-hati’ tidak berarti buruk… justru itu adalah jaminan bahwa apa yang gw dapat di koran adalah informasi yang paling dibutuhkan dan tepat kadar serta porsinya agar pembaca tidak kekurangan atau kelebihan informasi. Hanya saja, informasi yang ‘hati-hati’ ini bagi masyarakat cerdas (gw bukan satu diantaranya), adalah sesuatu yang juga perlu diwaspadai sebagai gejala dari adanya kepentingan lain yang menggerakkan dunia jurnalisme: bisnis atau kekuasaan…

Dua hari ini gw membaca kompas. Jujur gw tidak terlalu menggemari kompas, maap pak Jacob… -terlalu banyak lembaran kertas, isi beritanya terlalu umum (bentuk halus dari tidak tajam?), iklannya banyak, dan terlalu ‘kaya’ (oh cmon GRAMEDIA IS THE BIGGEST BOOKSTORE IN THIS COUNTRY dan dia punya TIVI)-. Di halaman pertama Kompas dua hari ini ada dua headline dan dua gambar, satu gambar puing puing rumah yang dibakar di Sidomulyo dan satunya gambar kantor Bupati Bima dibakar massa. Satu berita berbunyi: “Pemerintah lamban merespon”. Jurnalisme kadang membentuk opini, tetapi kadang ia hanya menekankan yang ada di masyarakat.

Masih di halaman yang sama, halaman depan, judul-judul lain dipersandingkan. Sebagian tentang korupsi, selebihnya campur-campur: penyakit, banjir, dan masalah transportasi.

Itulah kisah negeri kita hari-hari ini. Di koran.

*cukuplah baca sekali-sekali saja. yang sering-sering itu bacalah doa…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 294 other followers