Panggung

November 6, 2009 by ikankering

Gw telah tiga tahun mendatangi sebuah panggung. Jakarta. Iya, Jakarta adalah sebuah panggung. Ia adalah panggung untuk siapa saja dan apa saja. Drama, komedi, horor, satir, eros, parodi, pantonim, romansa, sulap, wayang, sirkus, lenong, dan segalanya. Jakarta adalah tempat dimana kita bisa melihat buaya-buaya bermain sandiwara. Jakarta adalah tempat dimana tikus-tikus pandai berakrobat. Jakarta adalah tempat para pemain watak. Jakarta adalah tempat para pelawak yang tidak lucu. (Anehnya, kadang gw tertawa.)

Sebagai penonton yang datang dari kampung, gw selalu terpukau dengan sisi sang panggung yang gemerlap. Cahaya panggung yang berasal dari jutaan watt lampu yang membutakan itu sungguh cantik. Luar biasa cantik. Terlebih jika datang malam. Namun, di sisi lain panggung yang tak terkena sorot lampu, terasa temaram. Bahkan gelap. Terlebih jika datang malam.

Sementara, panggung berputar tanpa henti. Drama drama drama, tetapi lucu. Komedi, tetapi getir.
Nah, sebenarnya, akhir-akhir ini ada bagian favorit gw di atas panggung. No no no, bukan sandiwara para buaya, tetapi Romance. Iya, romansa. Romansa adalah cerita yang bisa membuat  gw tersenyum-senyum sendiri saat melihatnya. Bahkan mengingatnya. Ia menghantui banyak malam lebih dari cerita-cerita misteri.

Dan Romance selalu tentang banyak hal. Ia bisa tentang berdiri bersebelahan di dalam busway yang penuh sesak. Ia bisa tentang pelataran Museum Fatahillah yang bersejarah. Ia bisa tentang debur ombak di pantai ancol yang keruh. Ia bisa kerlap kerlip lampu gedung-gedung yang dipandang dari restoran di atas atap plaza Semanggi.

Iya, Romansa kini telah memikat gw seperti halnya cahaya lampu yang gemerlapan luar biasa cantik itu memikat. Dengan demikian, romansa telah membuat gw berat mengalihkan tatapan dari sang panggung.

*Dedicated to someone who even doesn’t have facebook,….
Jakartalah sang panggung tempat buaya bersandiwara.
Jakartalah sang panggung tempat tikus berakrobat.
Jakartalah sang panggung tempat politikus melawak.
Jakartalah sang panggung tempat aku dan kamu. (menatap bulan dan kerlip lampu yang sama)

I Love U2

October 26, 2009 by ikankering

Dalam kurun waktu yang cukup lama, gw menganggap televisi adalah penemuan terhebat dan terajaib. Namun, seiring jalannya waktu televisi menayangkan(secara cuma-cuma tentu saja) terlalu banyak Kangen Band dan terlalu banyak sinetron(no no, bukannya gw ga suka sinetron–jadi susah milihnya maksud gw^^). Sementara di kasus lain, televisi memaksa kita untuk membayar demi tidak kehilangan kesempatan menonton pertandingan MU-Liverpool. sucks! Dengan demikian, televisi menjadi tidak ajaib-ajaib amat.

Kini, banyak hal yang lebih ajaib.

Inilah zaman dimana kita bisa menonton konser di luar negeri sambil boker di kamar mandi. Live! On Air! Terima kasih kepada pencipta internet. Terima kasih juga kepada Jawed Karim dan teman-temannya yang telah menciptakan Youtube. Berkat Youtube, gw dapat menonton secara langsung Live Concert U2 on air from Rose Bowl Stadium California. Gw dapat menyaksikan secara langsung apa yang dilihat langsung oleh orang-orang di California sana. Tidak ada perbedaan yang berarti, termasuk waktu. Gw dapat melihat apa yang juga dilihat oleh siapa saja yang ada di Tokyo, New York, London, Kuwait, Kutub Utara, dan di mana-mana.

Hehe, norak ya gw? Kaya kaga pernah liat Video Streamin aja. Hahaaa,,, intinya gw suka U2. Gw suka U2 so muuuuch. Oleh karena itu gw berteriak histeris saat koneksi internet gw tersambung dengan lancarr(tumbenaaan) dan melakukan streamin dengan baik. Gw pun dengan bahagia menonton konser U2 live di depan layar komputer di samping WC. Bisa sambil bolak-balik pipis, bisa sambil update status facebook, bisa sambil sms-an ama pacar(becaandaa I didn’t). Yeaaah, pretty CooL…

Lalu, bagaimana dengan konsernya sendiri? is it great??? Wow, it’s great as always. U2 adalah salah satu penampil terbaik sepanjang masa. Apalagi ditambah dengan panggung dan dekornya yang rruaarr biasaa! Magnificent!  ahaha, lebay ya gw. Pokonya gw suka U2.

Menyukai U2 membuat gw merasa sedikit agak jadul. Angkatan yang menjadi remaja di tahun 2000-an seharusnya akan membandingkan U2 dan Green Day dan memutuskan akan lebih menyukai Green Day. U2 suck, begitu pikir mereka. Dan iya, Green Day lebih cool menurut gw.

Obsesi Bono, sang vokalis U2, untuk menciptakan perdamaian dunia (yang secara otomatis mengangkat nama baiknya)kadang bagi gw membuat mereka terasa menyebalkan. Tapi, pada konser tadi, gw cukup suka bagian dimana mereka membawakan nomor Walk On yang didedikasikan untuk Aung san Suu Kyi dan beberapa cuplikan propaganda mengusung perdamaian. Hanya saja, itu  bukanlah bagian favorit gw dari konser. Bagian terfavorit gw adalah justru saat Bono berlari berputar dan saat itu berteriak OOooooh OOOOooooh dengan nada tinggi. Begitu magis.

I Love U2…

*Thank You for U2ube… great job! ahaha. Tapi ini tidak menghentikan mimpi gw untuk menonton live concert u2 secara langsung sung sung dengan mata kepala sendiri! Di Indonesia?? sepertinya tidak akan ada dalam waktu dekat T_T

The World With Nine Million Dreams

June 22, 2009 by ikankering

Beberapa hari yang lalu gw pulang ke kampung halaman gw di sebuah desa di kaki gunung ratusan kilometer dari Mal yang gemerlap dan lampu disko yang berkerlap-kerlip di malam hari. Pada malam terakhir, gw keluar rumah menuju sebuah tanah lapang untuk melihat anak-anak kecil pentas kenaikan kelas sekolah agama. Dan apa yang gw lihat saat menengadah memandang angkasa? Bintang-bintang. Ribuan bintang-bintang.

Gw pun duduk di tanah lapang sambil memandang taburan bintang dengan dekorasi gunung dan hamparan sawah. Anak-anak kecil bernyanyi tanpa nada di atas panggung. Memang bukan konser Javamusikindo atau pentas musik jazz. Memang bukan. Pedagang-pedagang kecil berjualan disekeliling lapangan. Memang bukan stand-stand mewah PRJ. Memang bukan. Perwakilan Kepala Desa datang memberi sambutan. Memang bukan calon presiden yang datang. Memang bukan.

Dan dengan suatu cara, gw mengingat Jakarta.

Jakarta.Kapan terakhir kali kita melihat bintang di angkasanya?

Bintang-bintang yang terhalang atap genteng tetangga. Bintang-bintang yang diganti lampu neon dan lampu disko. Bintang-bintang yang bersembunyi di balik pencakar langit.

Jakarta. Dimana kita tinggal di dalamnya?

Mungkin di suatu rumah di dalam gang sempit dimana atap-atapnya saling berdempetan. Mungkin di suatu penthouse apartemen mahal yang menghadap pencakar langit. Mungkin di area perumahan mewah yang mana tetangga kita adalah artis(atau calon presiden). Mungkin juga di suatu tempat dimana saja yang beratap langit dan berdinding kebisuan.

Jakarta. Kapan terakhir kali kita melihat taburan bintang di angkasanya?

Sudah Lupa.

-22Juni09-untuk dunia dengan sembilan juta mimpi di dalamnya-

Jurnal Liburan Ikan Kering #3 *&f*(#^*#***!

April 18, 2009 by ikankering

Selamat Datang di Hari Terakhir Liburan Ikan Kering !

Mari gw ingat-ingat kembali resolusi si ikan kering di awal liburan; belajar fotografi, detoksifikasi tubuh, belajar masak makanan Cina(yeah yang bener aja?), punya pacar, yayayayaaaa……

Lalu mari kita lihat hasilnya!

boro2 jago fotografi, buat dipoto aja muka gw gak fotografis gara gara jerawat numpang nempel di pipi kanan kiri gw yang chubby dan lucu ini. Gimana mau sehat, badan melar gak pernah olahraga. Boro2 masak masakan cina, bikin nasi goreng aja rasanya ajaib. Punya pacar? yang bener aja! Gw masih JOMBLO! jomblo. tengkyu….

Ok, setidaknya masih ada hari terakhir liburan ikan kering yang bisa diharapkan. Mari kita bayangkan jalan-jalan akhir pekan di tepi pantai sambil makan es krim vanilla lalu malam harinya dinner dengan cowok ganteng yang gw ajak kenalan di pantai.

namun FAKTANYA: di hari terakhir liburan gw terjebak di rumah, belum mandi(untung juga gak dikerubutin lalat), gatel-gatel(gak tau karna alergi atau gara2 belum mandi), bosan, dan sedih(sedih karna liburan gw berakhir!tidaaaaak!)….

Gw pun mencari penghiburan dengan menonton televisi sambil duduk memegang remote tv secara mengenaskan di sudut sofa. Nah, karena gw gak suka sinetron aneh di Indosiar atau acara reality show cinta2an(yang juga gak kalah aneh) gw memilih menonton acara musik(maksud gw acara musik ga aneh2 amat kan?). Namun, o ow…channel 1: kangen band nyanyi launching album ke-3, channel 2 :hijau daun, channel 1 lagi : masih kangen band, channel 2 : radja!

daramdam daramdam…

Begini, gw bukan ahli musik apalagi kritikus. Musikalitas gw payah. Gw buta nada. Selera musik gw biasa aja, sesuai pasar lah, gw bukan pemuja Beatles atau penggemar Rolling Stones, gw gak tau band-band indie, dan gw gak apal lagu-lagunya Bruce Springsteen. Gw gak ngerti jazz(sama seperti gw gak ngerti musik Kangen Band–tapi gw tidak membenci mereka, swear) dan gw gak bisa ngebedain yang mana yang acid yang mana yang blues… Tapi yah kalo diberi pilihan kangen band atau hijau daun, kangen band atau radja entah mengapa gw lebih memilih : matikan saja tipinya!

Setidaknya mood gw tidak bertambah buruk.

Sekali lagi, gw tidak membenci Kangen Band, atau pop melayu, atau lagu-lagu cinta, atau apalah…….

hanya saja….

ini hari Libur terakhir gw dan gw lebih membutuhkan lebih dari sekadar suara Andika atau lagu-lagu ciptaan Dodi.

**&#&Y(*&#))*_*Y^$@U(E#U!

tengkyu…

Jurnal Liburan Ikan Kering #2 Politics Talk

April 7, 2009 by ikankering

Gw bukan orang yang anti politik. Gw rasa gw cukup suka politik (terlepas dari segala omong kosong dan kebusukannya—ngemeng2 soal busuk libur panjang tanpa aktivitas bikin gw membusuk juga n_n). Gw hanya kadang sedikit malu dan ragu berbagi sudut pandang politik gw.

Bercerita tentang kehidupan cinta, gosip, humor garing, atau apa saja tidak sesulit berbicara politik. Berbicara politik ibaratnya melepas pakaian dan harus siap ditelanjangi. Salah-salah bisa dipermalukan. Gw mungkin saja hobi mengolok-ngolok Dewi Persik, menghina Kangen Band, mentertawakan Syaipul Jamil, tetapi sebisa mungkin gw menghindari menghina-dina politikus (kecuali kalau emang tu politikus nyebelin banget kadang kelepasan juga).

Nah, kemarin sore akhirnya gw dapat juga undangan memilih untuk Pemilu Legislatif Kamis nanti (nama gw salah ditulis: kurang satu ‘S’, nama nyokap gw nambah satu ‘R’. Tapi doesn’t matter). Uuuuuh, mau ga mau jadi mupeng ngomongin politik juga.

Menurut petuah Wimar Witoelar, katanya kita golput saja sampai hari H pemilihan, sampai datang ke TPS dan mencontreng pilihan kita. Somehow, gw setuju juga… Namun, bukan berarti hingga sejauh ini kita gak punya calon pilihan. Untuk itulah gunanya kampanye, iklan, publikasi, spanduk, poster, baliho, kaos parpol, jilbab, sembako gratis, dan amplop isi duit(hehehe….).

Namun Anda masih bingung? Hmm, gw punya beberapa hal yang bisa kita perhatikan dalam rangka pilih-memilih ini :

1. Memilih dengan riset dan keilmuan

    Sebagai pemilih yang cerdas, yang paling tepat adalah mengadakan riset dan analisis yang akurat terhadap Partai Politik beserta calon-calon legislatifnya. Jangan langsung percaya saja dengan apa yang diumbar di televisi atau kampanye terbuka. Ambil contoh, ada politikus yang mengungkap fakta berupa angka-angka dengan meyakinkan: tujuh puluh triliyun bla bla bla…. Jangan langsung percaya, lihat dulu datanya. Sejauh apa kebenarannya. Kalaupun benar, lihat lagi dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang yang lebih nyekul, educated, bukan asal jeplak aja. Ada juga politikus yang membanggakan keberhasilannya dalam memimpin sejauh ini. Cek lagi datanya, tetapkan indikator-indikator, lalu buat perbandingan sebelum dan setelah dia memimpin. Nah, untuk kasus politikus yang tidak konsisten, dulu ngomong A sekarang ngomong B, tidak perlu diriset karena kemungkinan besar isu-isu yang mereka umbar emang ngasal. Jangan lupa juga untuk meriset calon-calon anggota legislatif. Pastikan sosok pilihan kita bukan pedofil atau maniak.


    2. Memilih dengan Hati

      Melakukan riset dan analisis dirasa berlebihan dan rumit? Kalau begitu kenapa tidak mengandalkan hati nurani saja? Konon, nurani tidak pernah menipu(tidak seperti angka-angka yang bisa dimanipulasi). Feeling atau suara hati bahkan seringkali bisa membimbing kita menemukan jawaban yang sedang dicari (tidak berlaku bagi mahasiswa berfeeling buruk yang selalu salah menebak jawaban saat ujian)


      3. Memilih setelah Shalat Istikharah

        Tidak percaya riset? Tidak percaya hati nurani? Tapi tentu saja kita masih percaya Tuhan….


        4. Memilih Saudara atau Kerabat

          Terlalu malas melakukan riset? Males beribadah? Tidak punya hati nurani? Tapi punya saudara, teman, atau kenalan yang nyaleg? Gak perlu repot-repot, langsung pilih mereka saja…(minimal nanti kita makan gratis pas mereka syukuran)


          5. Memilih Artis atau Orang Terkenal

            Gw belum menemukan alasan untuk melarang artis jadi caleg, lebih-lebih kalau artis itu cantik, ganteng, pintar, sholeh, kaya, baik hati, dan tidak sombong. Minimal jika artis itu tajir, gak nafsu lagi sama yang namanya suap atau korupsi.

            Oleh karena itu, jika suka komedi, pilih saja pelawak favorit kita. Jika suka sinetron, pilih artis sinetron saja. Jika suka klenik dan ilmu magis, bisa pilih dukun(tau kan siapa paranormal yang nyaleg?)…

            Jika suka dangdut, dateng aja ke kondangan(berlaku di daerah pantura dan sekitarnya)


            Nah, dijamin pasti makin bingung!!

            Jurnal Liburan Ikan Kering #1 Perjalanan….

            April 6, 2009 by ikankering

            Seperti orang-orang bilang, banyak melakukan perjalanan dapat memberikan pelajaran hidup dan ilmu menjadi bijaksana.

            Sepertinya benar juga.
            Gw jarang ke mana-mana.
            Gw tidak bijaksana.
            Cocok.

            Bisa dibilang gw takut keluar dari zona nyaman gw yang sempit….
            Diajak naek gunung : Takut keguling
            Diajak ke laut : Takut Kelelep(kaga jago berenang)
            Diajak masuk gua : (belom pernah ada yang ngajak)
            Diajak ke Sumatera Barat : takut naik pesawat
            Diajak ke luar negeri : gak punya paspor, gak punya duit
            Diajak tidur : tergantung siapa yang ngajak, kalo cewek baru hayu!!!

            Yah, supaya ga jadi katak dalam tempurung terus-terusan, beberapa hari yang lalu akhirnya gw jalan-jalan juga. Jangan bayangkan jalan-jalan gw seperti backpacker yang keren-keren itu(ok, gw bawa backpack sih dan gw emang keren). Jalan-jalan versi gw kurang lebih seperti ini: naek kereta bisnis, numpang di rumah teman, dikasih sarapan enak setiap harinya, diantar-antar naek mobil kalau mau kemana-mana, ditraktir makan malam, dan kalap belanja kayak tante-tante. Hahaha….

            Gw menyebut jalan-jalan ini sebagai wisata sosio-budaya. Don’t think it’s only visiting Prambanan Temple, looking Borobudur, or something like that… Wisata sosio-budaya adalah tentang segala-galanya, bahkan ketika kita shopping atau wisata kuliner. Mengagumi suatu produk, memilih, menawar(dimana gw serahkan kepada guide gw yang ngerti bahasanya), dan membelinya, semua mengandung makna(haha, pembelaan shopaholic doang sih). Begitu juga pas wisata kuliner; makan sate sambil lesehan di sisi jalan kota Bantul malam hari, makan timlo di kota Solo, minum teh manis, dan sarapan gudeg. Eksotis (yang ini pembelaan si tukang makan).

            Is it fun? Absolutely. Gak ada alasan buat ngga fun…. Dan juga ga ada alasan buat ga dapet pelajaran apa-apa. Dengan suatu cara, I think I got something from this journey. Sesuatu yang tidak akan ditemukan jika kita tidak melakukan perjalanan. Sesuatu yang hanya akan ditemukan jika kita pergi ke tempat itu, menghirup udaranya, menjadi bagian dari kehidupannya, melihat mataharinya-awannya-langitnya-apakah sama, dan menghayati setiap pergerakan kecil di sekeliling.

            Tahukah? Ada Tempat-tempat yang selalu membuat kita ingin kembali ke sana lagi. Ada tempat-tempat yang selalu membuat rindu. Bahkan saat kita kembali di rumah…

            Dan tahukah? Gw memang belum jadi bijaksana. Namun, setelah ini gw tidak akan berhenti melakukan perjalanan.

            (Terima kasih banyak untuk tata dan keluarga)

            yang campuranlah yang tulen…

            January 24, 2009 by ikankering

            Gw bukan penggemar Obama(setidaknya belum). Gw gak pernah kenal apalagi pernah jadi saudaranya. Tapi setidaknya gw punya sedikit kesamaan(sedikit banget malah).

            Gw tidak terlalu putih(untuk tidak bilang ’hitam’ hehe). Makanya agak senang saat Obama terpilih sebagai presiden. He’s not white. Horray, akhirnya ada juga orang kulit hitam jadi presiden Amerika. Temen-temen yang suka ngatain gw ‘item’, watchout, suatu saat gw bakal jadi presiden juga!

            (Hiyaaaa gw hanya bercanda…..)

            But seriously, I’m proud of black people becoming a president. Ini adalah sebuah pencapaian. Untuk mencapai titik ini, telah dibutuhkan penantian panjang selama ratusan ribu malam yang kelam. Bukan hanya penuh air mata, tetapi juga darah.

            Bangsa kulit hitam masuk ke Amerika sebagai imigran dari benua Afrika. Ada juga yang sebagian diangkut khusus untuk dijadikan budak di tanah-tanah pertanian dan peternakan sekitar tahun 1600-1800an. Hanya sedikit diantara bangsa kulit hitam saat itu yang mengenyam pendidikan dan mempunyai kebebasan karena selebihnya adalah kaum budak yang berkasta rendah dan nyawanya halal untuk dihabisi.

            Pada tahun 1865 Abraham Lincoln menghapuskan perbudakan. Namun, tidak berarti penghapusan diskriminasi ras terhadap bangsa kulit hitam. Mereka tetap kaum yang terpinggirkan dan terkotakan.

            Itulah rasialisme, penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Kaum negro dibenci dan dikucilkan. Sebagian besar dari mereka hanya memperoleh peran kelas bawah dalam sistem sosial. Tergambar dalam peran-peran di film-film Hollywood dimana kulit hitam adalah si ketua gengster, bandar narkoba, rapper jalanan, atau pembantu rumah tangga.

            Namun, seiring berjalannya waktu dan pendewasaan sebuah bangsa, serta perjuangan bangsa kulit hitam itu sendiri yang memperjuangkan hak-hak mereka, penyakit itu mulai sembuh perlahan. Puncaknya adalah 20 Januari kemarin saat jutaan penduduk Amerika menyaksikan langsung dengan bangga berdirinya sesosok afro-america di podium mengucap sumpahnya sebagai presiden Amerika. Mengharukan.

            Mari ucapkan selamat datang terhadap perubahan, dimana hitam dan putih tak lagi terasa perbedaannya.

            Gw pun jadi inget kata-kata seorang kolumnis, “yang campuranlah justru yang tulen”…Mungkin maksudnya jangan terlalu mempermasalahkan asal usul, warna kulit, suku, negara, dan segalanya jika itu hanya memperburuk perbedaan. Dan rakyat Amerika telah membuktikannya.

            Superpower Superhero

            January 24, 2009 by ikankering

            Tidak seperti sebagian rakyat Indonesia yang tumbuh dewasa ditemani dengan cerita-cerita rakyat, epik mahabarata, komik Wiro Sableng, atau kepahlawanan Gatot Kaca, sebagian besar rakyat Amerika Serikat dewasa bersama komik-komik superhero yang kuat dan serba bisa. Spiderman, Batman, Fantastic Four, Superman, dan teman-temannya di DC komik atau Marvel Universe adalah sahabat pembela kebenaran serta pemusnah kejahatan idola rakyat Amerika. Mereka adalah pahlawan Amerika yang hidup selamanya dalam fantasi dan mimpi siapa saja yang mencintai imajinasi. Maka tolong sebut satu saja superhero bisa terbang yang berkewarganegaraan Inggris(atau Jerman) dan kita akan kesulitan. Karena superduperhero itu hanya milik Amerika.

            Tentu saja fantasi dan mimpi hanya hidup di dalam balon-balon sel abu-abu di setiap kepala. Pada masa sekarang superhero dunia nyata tak pernah ada, seperti halnya perdamaian, kemusnahan kejahatan, dan penegakan keadilan tak pernah terwujud di sudut manapun di dunia dimana mutan dan jubah terbang hanya ada di film produksi Warner Bross. Oleh karena itulah manusia tak pernah berhenti mencari sosok yang paling bisa mendekati superhero idolanya. Sosok yang bisa memenuhi harapan dan mimpi-mimpi, mewujudkan perdamaian keadilan, serta mengisi lubang di hati. Ia bisa saja guru, anggota DPR, artis-artis Hollywood, atau pemimpin spiritual. Dan ia bisa juga seorang presiden.

            Melalui proses pencarian yang panjang dan melelahkan, kini rakyat Amerika mengklaim telah menemukan model nyata yang bisa mendekati sosok superhero impian mereka. Bukan mutan laba-laba culun seperti Peter Parker atau pengusaha kaya raya tajir mampus ala Bruce Wayne, tetapi ia telah membuat maskara Oprah Winfrey luntur karena air mata dan malah mungkin Bono U2 berkaca-kaca di balik kaca matanya.

            Action figure superhero baru Amerika ini dijual di toko-toko mainan. Sosoknya dibuat komik oleh Marvels. Jutaan orang memadati Washington DC untuk hadir di acara inagurasinya. Pidatonya riuh ditepuki kekaguman. Stasiun televisi tak berhenti membahasnya. Rakyat Amerika mencintainya. Dan mungkin mesti hanya sesaat, kita semua merasa lega. Di gerbang dunia mimpi ini semua orang dibenarkan sedikit bereuforia dan menghirup aroma pesta.

            Namun, tentu saja segera setelah pesta ini kita harus meninggalkan dunia mimpi sama sekali. Kita musti kembali ke dunia nyata dimana tak ada mutan ataupun jubah terbang. Ini adalah dunia nyata dengan perang-perang berkepanjangan, bayi-bayi kelaparan, dan remaja tusuk-tusukan di perempatan jalan. Ini dunia dimana indeks saham hari esok bisa membuatmu kehilangan pekerjaan menjadi gelandangan. Tak bisa berharap banyak di dunia nyata, termasuk terhadap sang superhero idola. Banyak permasalahan yang tak bisa diselesaikan hanya oleh mimpi-mimpi dan imajinasi. Dan sebagai manusia biasa, sang superhero kita harus berjuang keras menghadapi kenyataan seraya mewujudkan harapan setiap orang. Entah apakah ia akan terus bertahan atau justru sang superhero akan segera menyerah tuk menghilang di balik kegelapan malam lalu tak pernah kembali.

            Mari lihat nanti…

            sifat khas…

            January 24, 2009 by ikankering

            Beberapa sifat khas sebagian besar Manusia Indonesia :

            Ramah

            Sungguh, ini bukan karena sempel manusia Indonesia yang ramah adalah diri gw sendiri :) (serius, I think I’m friendly enough, hahaha). In fact, selama beratus tahun kita dikenal sebagai bangsa yang ramah. Keramahan inilah konon yang disalahgunakan bangsa penjajah tempo dulu untuk menjajah kita. Namun, gak ada bukti empirisnya kan kalo kita jadi bangsa yang jutek kita gak bakal dijajah? So, maybe being friendly is right choice ever after.

            Sungkan

            Sungkan itu sifat turunan ramah, tapi lebih sering bikin susah. Udah mendarah daging di kebanyakan manusia Indonesia. Dari zaman lisung alu sampe zaman digital ini, banyak di antara kita yang masih suka sungkan: sungkan nolak duit hasil korupsi, sungkan nolak ajakan teman untuk kolusi, atau sungkan ngelaporin kejahatan bos sendiri.

            Memiliki ikatan kekerabatan yang tinggi

            Kalau orang Indonessia bertamu ke rumah suami dari adik ipar anak perempuan sepupu kakeknya yang sekarang jadi pejabat di ibukota, pas ditanya satpam:”Anda siapa?” pasti ia jawab: ”Saudaranya”. Atau saat tetangga kakak ipar adik tiri kita jadi artis muncul di tivi kita bilang:”Itu masih saudaraku lho!”. Jelas ini disebabkan adanya ikatan kekerabatan yang tinggi. Tapi anehnya, kalau ada anak adik ibu kita masuk penjara ketika ditanya tetangga:”Itu sepupumu kan?” biasanya kita pura-pura gak dengar.

            Memiliki ikatan batin yang kuat dengan masa lalu.

            “Dulu aku ini pas jadi kepala kantor di Manado bla bla bla blaaaaa……”
            ”Dulu waktu gw kuliah di Amerika gw begini lho la la lalaalaalaaaa….”

            “Kamu tahu kan dulu bapakmu bekas napi….”

            ”Kakek lo tuh dulu PKI makanya lo tidak bisa begini begitu …”

            “Dulu aku mencintainya ya ya ya yaaaa”

            Romantisme tinggi

            Barrack Obama hanya tinggal lima tahun di Indonesia. Tak ada darah Indonesia mengalir dalam dirinya. Tapi karena romantismelah seakan ada ikatan batin kuat di antara Indonesia dengan Obama, apalagi dulu yang pernah dekat atau sekadar kenal…tiba-tiba mereka muncul di televisi bercerita itu ini seakan-akan sahabat atau kerabat yang paling mengerti. Sangat Romantis.

            Tidak terlalu serius

            Karena tidak terlalu serius, janganlah menganggap tulisan gw secara serius. It’s just for fun. Tapi, kalo bisa jadi sedikit bahan instrospeksi, ya syukurlah… hehe :)

            Jadi Ajaib

            December 24, 2008 by ikankering

            Berikut ini beberapa hal ajaib yang mungkin saja terjadi jika kamu sedang berlibur dalam keadaan: 20 tahun ke atas, jomblo, tinggal di kota kecil, dalam masa penyembuhan dari patah hati, terserang gejala anti sosial, tidak fashionable, dan pemalas…

            1. Membeli dvd bajakan High School Musical 3 lalu setelah menontonnya berharap kembali muda.

            2. Alih-alih menyewa film lain di rental vcd, justru menyewa film disney channel yang berjudul Camp Rock dan baru tersadar bahwa Jonas Brother is pretty cool.

            3. Bingung menentukan siapa yang lebih keren Nick Jonas atau Joe Jonas.

            4. Mengunduh foto Nick Jonas lalu mencetak dan memajang foto itu di dompet.

            5. Mengopi resep dari situs Rachael Ray kemudian membuat pasta.

            6. Menonton sinetron lebay yang berjudul Aisyah, atau Aliyah, Azizah, atau apalaah entah!

            7. Memutar film wall e berkali kali.

            8. Belajar akuntansi. serius. ini yang paling ajaib.